Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

trimester pertama

Berita dan Informasi trimester pertama

2 artikel ditampilkan

Perlukah USG Ulang di Trimester Pertama? Ini Jawabannya
Kesehatan Keluarga

Perlukah USG Ulang di Trimester Pertama? Ini Jawabannya

Pemeriksaan USG (Ultrasound) memang jadi andalan untuk memantau perkembangan janin. Di awal kehamilan, USG biasanya dilakukan untuk memastikan adanya kantong kehamilan, detak jantung, dan jumlah janin. Tapi, apakah cukup sekali? Atau perlu diulang lagi di trimester pertama?USG Awal vs USG Lanjutan: Apa Bedanya?Menurut Dokter Ngo Trung Nam, USG pertama umumnya bertujuan konfirmasi kehamilan. Sementara USG lanjutan di trimester pertama, yang disebut pemindaian morfologi, punya misi lebih detail: memeriksa perkembangan fisik bayi dan mendeteksi potensi risiko atau kelainan sedini mungkin. Di fase ini, organ-organ penting janin sudah mulai terbentuk dan bisa diamati dengan jelas.NT Scan: Skrining Penting di Trimester AwalSalah satu jenis USG lanjutan yang direkomendasikan adalah Nuchal Translucency (NT) Scan. Pemeriksaan ini dilakukan antara minggu ke-11 hingga ke-13 kehamilan. Tujuannya mengukur ketebalan cairan di belakang leher janin, yang bisa menjadi indikator awal kelainan kromosom seperti sindrom Down.NT Scan bersifat non-invasif dan aman. Prosedurnya bisa dilakukan melalui perut (abdominal) atau vagina (transvaginal). Meski tidak menyakitkan, Bunda mungkin merasakan sedikit tekanan, terutama pada USG transvaginal.Siapa Saja yang Perlu NT Scan?American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan semua ibu hamil, tanpa terkecuali, ditawari skrining genetik seperti NT Scan. Jadi, bukan hanya untuk mereka yang berisiko tinggi. Bahkan bagi yang menjalani program bayi tabung, pemeriksaan ini tetap dianjurkan.Namun, perlu diingat: NT Scan bukanlah tes diagnostik. Hasilnya hanya berupa perkiraan risiko. Untuk konfirmasi, biasanya dikombinasikan dengan tes darah, seperti NIPT, yang bisa meningkatkan akurasi deteksi sindrom Down hingga 95 persen.Konsultasi dengan Dokter adalah KunciSetiap kehamilan unik. Keputusan untuk melakukan USG ulang di trimester pertama sebaiknya didiskusikan dengan dokter kandungan. Mereka akan menyesuaikan dengan kondisi Bunda dan kebutuhan medis. Jadi, jangan ragu bertanya ya, Bunda!Semoga informasi ini membantu. Tetaplah tenang dan nikmati setiap fase kehamilan dengan bahagia.

Redaksi-29 Juni 2026
Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya
Kesehatan Keluarga

Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk pada indra penciuman. Wangi parfum yang dulu Bunda sukai bisa tiba-tiba terasa berbeda, bahkan membuat tidak nyaman. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini?Hormon Kehamilan yang Mempengaruhi PenciumanPerubahan persepsi bau ini terutama terjadi di trimester pertama, saat hormon kehamilan melonjak drastis. Berikut tiga hormon utama yang berperan:1. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)Hormon ini adalah penanda kehamilan yang terdeteksi oleh tespek. hCG diproduksi oleh plasenta untuk mendukung perkembangan janin. Menariknya, hCG memiliki reseptor di sistem saraf pusat yang bisa memicu rasa mual. Saat mual, indra penciuman jadi lebih sensitif, sehingga aroma parfum yang dulu disukai bisa berubah menjadi pemicu rasa tidak nyaman.2. EstrogenEstrogen berfluktuasi selama kehamilan dan memiliki reseptor di seluruh sistem saraf, termasuk di hidung. Saat kadar estrogen naik, Bunda bisa mencium aroma lebih kuat. Sayangnya, intensitas ini kadang terasa berlebihan dan memicu mual.3. ProgesteronHormon ini meningkat selama kehamilan untuk menebalkan dinding rahim. Meski pengaruhnya tidak sekuat estrogen atau hCG, progesteron juga berkontribusi pada perubahan penciuman melalui efeknya pada sistem saraf pusat.Perubahan hormon ini membuat tubuh Bunda berada dalam 'mode siaga tinggi' untuk melindungi diri dan janin. Akibatnya, indra penciuman jadi lebih tajam, terutama terhadap bau-bau yang dianggap potensial berbahaya.Fenomena ini biasanya bersifat sementara. Seiring kehamilan berjalan, sensitivitas penciuman bisa kembali normal. Namun, jika aroma tertentu memicu mual berlebihan, tidak ada salahnya untuk menghindarinya sementara waktu.Semoga informasi ini membantu Bunda memahami perubahan yang terjadi. Tetaplah nyaman dan nikmati setiap fase kehamilan!

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita