Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

trimester pertama

Berita dan Informasi trimester pertama

3 artikel ditampilkan

Kabar Bahagia Feby Putri: Hamil Anak Pertama di Usia Pernikahan Satu Tahun
Kesehatan Keluarga

Kabar Bahagia Feby Putri: Hamil Anak Pertama di Usia Pernikahan Satu Tahun

Kabar bahagia menyelimuti penyanyi dan penulis lagu Feby Putri. Perempuan yang dikenal lewat lagu 'Runtuh' ini baru saja membagikan momen spesial: kehamilan pertamanya! Kabar tersebut ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @fbyputrinc, pada Senin (14/9/26). Dalam unggahan itu, Feby tampak berfoto bersama sang suami, Adam Febrian, sambil memperlihatkan hasil USG kehamilannya. Keduanya tersenyum sumringah, memancarkan kebahagiaan.Menariknya, kehamilan ini datang bertepatan dengan perjalanan satu tahun pernikahan mereka. Feby dan Adam resmi menikah pada 14 September 2025. "Di perjalanan satu tahun pernikahan kami," tulis Feby dalam keterangan foto. Meski begitu, Feby dan suami belum mengungkap detail kehamilan seperti usia kandungan atau jenis kelamin calon buah hati.Ucapan selamat pun mengalir deras dari rekan sesama musisi dan para penggemar. Nabila Taqiyyah menulis, "Ka febb selamattt so happy!" Sementara Thana & Uki berkomentar, "ALHAMDULILLAAAAHHH!!! Sehat sempurna ibu dan bayinya sampai hari 'lahir' yaaa Feby & Adaaammm." Tak ketinggalan, akun @memes_prameswari dan @ashirazamita juga menyampaikan doa terbaik.Menjalani Kehamilan Pertama dengan SehatMomen kehamilan pertama seperti yang dialami Feby tentu menjadi pengalaman tak terlupakan. Agar kehamilan berjalan lancar, penting bagi calon ibu untuk memahami perubahan tubuh, terutama di trimester pertama. Trimester pertama adalah 12 minggu awal kehamilan, dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Banyak perkembangan penting terjadi di fase ini, meski kadang tidak disadari.Untuk itu, berikut beberapa tips menjalani kehamilan sehat di trimester awal yang bisa Bunda ikuti:Pilih dokter atau bidan yang nyaman. Di awal kehamilan, tentukan penyedia layanan kesehatan yang bisa diajak konsultasi. Jangan ragu untuk bertanya tentang perkiraan tanggal lahir, riwayat vaksinasi, dan skrining prenatal jika diperlukan.Hentikan kebiasaan buruk. Segera berhenti merokok, konsumsi alkohol, dan hindari obat tanpa resep dokter. Fokuslah pada pola makan bergizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang janin.Tetap aktif bergerak. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau angkat beban ringan bisa menjaga kebugaran. Lakukan 30 menit, tiga hingga empat kali seminggu. Aktivitas fisik membantu mengurangi nyeri punggung dan mempersiapkan persalinan.Kelola stres dengan baik. Kehamilan pertama bisa memicu kecemasan. Cari dukungan dari pasangan, keluarga, atau komunitas ibu hamil untuk berbagi cerita.Perhatikan asupan nutrisi. Pastikan kebutuhan asam folat, kalsium, dan zat besi terpenuhi. Konsumsi makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan produk susu.Istirahat cukup. Tubuh sedang bekerja ekstra, jadi jangan abaikan sinyal lelah. Tidur berkualitas membantu menjaga energi dan mood.Hindari makanan berisiko. Jauhi makanan mentah, setengah matang, dan yang mengandung merkuri tinggi seperti ikan besar.Rutin periksa kandungan. Jadwalkan kontrol teratur untuk memantau perkembangan bayi dan kesehatan Bunda.Selamat atas kabar bahagianya, Feby! Semoga kehamilan ini berjalan sehat dan lancar hingga persalinan nanti. Bagi Bunda yang sedang menanti buah hati, semoga tips di atas bermanfaat ya.

Redaksi-16 September 2026
Perlukah USG Ulang di Trimester Pertama? Ini Jawabannya
Kesehatan Keluarga

Perlukah USG Ulang di Trimester Pertama? Ini Jawabannya

Pemeriksaan USG (Ultrasound) memang jadi andalan untuk memantau perkembangan janin. Di awal kehamilan, USG biasanya dilakukan untuk memastikan adanya kantong kehamilan, detak jantung, dan jumlah janin. Tapi, apakah cukup sekali? Atau perlu diulang lagi di trimester pertama?USG Awal vs USG Lanjutan: Apa Bedanya?Menurut Dokter Ngo Trung Nam, USG pertama umumnya bertujuan konfirmasi kehamilan. Sementara USG lanjutan di trimester pertama, yang disebut pemindaian morfologi, punya misi lebih detail: memeriksa perkembangan fisik bayi dan mendeteksi potensi risiko atau kelainan sedini mungkin. Di fase ini, organ-organ penting janin sudah mulai terbentuk dan bisa diamati dengan jelas.NT Scan: Skrining Penting di Trimester AwalSalah satu jenis USG lanjutan yang direkomendasikan adalah Nuchal Translucency (NT) Scan. Pemeriksaan ini dilakukan antara minggu ke-11 hingga ke-13 kehamilan. Tujuannya mengukur ketebalan cairan di belakang leher janin, yang bisa menjadi indikator awal kelainan kromosom seperti sindrom Down.NT Scan bersifat non-invasif dan aman. Prosedurnya bisa dilakukan melalui perut (abdominal) atau vagina (transvaginal). Meski tidak menyakitkan, Bunda mungkin merasakan sedikit tekanan, terutama pada USG transvaginal.Siapa Saja yang Perlu NT Scan?American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan semua ibu hamil, tanpa terkecuali, ditawari skrining genetik seperti NT Scan. Jadi, bukan hanya untuk mereka yang berisiko tinggi. Bahkan bagi yang menjalani program bayi tabung, pemeriksaan ini tetap dianjurkan.Namun, perlu diingat: NT Scan bukanlah tes diagnostik. Hasilnya hanya berupa perkiraan risiko. Untuk konfirmasi, biasanya dikombinasikan dengan tes darah, seperti NIPT, yang bisa meningkatkan akurasi deteksi sindrom Down hingga 95 persen.Konsultasi dengan Dokter adalah KunciSetiap kehamilan unik. Keputusan untuk melakukan USG ulang di trimester pertama sebaiknya didiskusikan dengan dokter kandungan. Mereka akan menyesuaikan dengan kondisi Bunda dan kebutuhan medis. Jadi, jangan ragu bertanya ya, Bunda!Semoga informasi ini membantu. Tetaplah tenang dan nikmati setiap fase kehamilan dengan bahagia.

Redaksi-29 Juni 2026
Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya
Kesehatan Keluarga

Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk pada indra penciuman. Wangi parfum yang dulu Bunda sukai bisa tiba-tiba terasa berbeda, bahkan membuat tidak nyaman. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini?Hormon Kehamilan yang Mempengaruhi PenciumanPerubahan persepsi bau ini terutama terjadi di trimester pertama, saat hormon kehamilan melonjak drastis. Berikut tiga hormon utama yang berperan:1. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)Hormon ini adalah penanda kehamilan yang terdeteksi oleh tespek. hCG diproduksi oleh plasenta untuk mendukung perkembangan janin. Menariknya, hCG memiliki reseptor di sistem saraf pusat yang bisa memicu rasa mual. Saat mual, indra penciuman jadi lebih sensitif, sehingga aroma parfum yang dulu disukai bisa berubah menjadi pemicu rasa tidak nyaman.2. EstrogenEstrogen berfluktuasi selama kehamilan dan memiliki reseptor di seluruh sistem saraf, termasuk di hidung. Saat kadar estrogen naik, Bunda bisa mencium aroma lebih kuat. Sayangnya, intensitas ini kadang terasa berlebihan dan memicu mual.3. ProgesteronHormon ini meningkat selama kehamilan untuk menebalkan dinding rahim. Meski pengaruhnya tidak sekuat estrogen atau hCG, progesteron juga berkontribusi pada perubahan penciuman melalui efeknya pada sistem saraf pusat.Perubahan hormon ini membuat tubuh Bunda berada dalam 'mode siaga tinggi' untuk melindungi diri dan janin. Akibatnya, indra penciuman jadi lebih tajam, terutama terhadap bau-bau yang dianggap potensial berbahaya.Fenomena ini biasanya bersifat sementara. Seiring kehamilan berjalan, sensitivitas penciuman bisa kembali normal. Namun, jika aroma tertentu memicu mual berlebihan, tidak ada salahnya untuk menghindarinya sementara waktu.Semoga informasi ini membantu Bunda memahami perubahan yang terjadi. Tetaplah nyaman dan nikmati setiap fase kehamilan!

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita