Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

berat badan bayi

Berita dan Informasi berat badan bayi

2 artikel ditampilkan

Menu MPASI Berkuah yang Bikin Bayi Gemuk dan Sehat
Kesehatan Keluarga

Menu MPASI Berkuah yang Bikin Bayi Gemuk dan Sehat

Di usia 10 bulan, bayi biasanya sudah mulai pandai memegang makanan sendiri. Ini saat yang tepat untuk mengenalkan tekstur baru yang lebih padat namun tetap lembut. Selain itu, kebutuhan gizinya pun meningkat, Bunda. Jangan khawatir, ada banyak pilihan menu berkuah yang bisa menambah berat badan si kecil tanpa bikin pusing.Kenapa MPASI Berkuah Penting?Makanan berkuah seperti sup bukan cuma menghangatkan tubuh, tapi juga membantu memenuhi kebutuhan cairan harian bayi. Terlebih jika si kecil sedang kurang minum atau sedang tidak enak badan. Kuah yang hangat juga bisa merangsang nafsu makan, lho. Yuk, simak resep-resep berikut yang simpel tapi kaya nutrisi!Resep MPASI Berkuah untuk Bayi 10 Bulan1. Sup Oyong Misoa dengan Telur PuyuhOyong atau gambas kaya serat dan mudah dicerna. Dipadukan dengan misoa yang lembut dan telur puyuh, menu ini dijamin disukai si kecil.Bahan:1 buah oyong, kupas dan potong50 gram misoa, seduh air panas40 gram udang kupas, cincang halus5 butir telur puyuh, rebus dan kupas2 sdm minyak untuk menumis1 siung bawang putih, haluskanCara membuat:Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum.Masukkan udang, masak sampai berubah warna.Tambahkan air secukupnya, masukkan oyong, masak hingga empuk.Masukkan misoa dan telur puyuh, aduk sebentar.Angkat dan sajikan hangat.2. Bakso Ikan Tenggiri Kuah TomatIkan tenggiri kaya protein dan omega-3 yang baik untuk perkembangan otak. Dibuat bakso yang lembut, si kecil pasti suka.Bahan:7 sdm ikan tenggiri giling2 sdm tepung sagu1 butir putih telur100 ml air es2 sdt bawang putih bubuk1/2 sdt lada putih bubukGaram secukupnya1 sdm ghee atau minyak goreng2 siung bawang putih, cincang300 ml air matang1 buah tomat, potong daduKuning telur dari sisa putih telurCara membuat:Blender ikan tenggiri, tepung sagu, putih telur, bawang putih bubuk, lada, dan garam dengan air es hingga halus.Tumis bawang putih cincang dengan ghee hingga harum.Tuang air, masukkan kuning telur, aduk cepat hingga matang.Bentuk adonan ikan menjadi bulatan-bulatan kecil, masukkan ke dalam kuah.Tunggu hingga bakso mengapung, tambahkan tomat, koreksi rasa.Sajikan hangat.3. Opor Ayam KampungOpor ayam dengan kuah santan yang gurih pasti disukai bayi. Ayam kampung lebih berprotein dan rendah lemak.Bahan:5 potong paha bawah ayam kampung1 buah tomat, potong dadu3 sdm minyak kelapa3 sdm santan kental500 ml air1 batang serai, memarkan2 lembar daun jeruk2 lembar daun salam5 butir bawang merah2 siung bawang putih1/2 buah bawang bombai1 sdt ketumbar bubuk1/2 sdt kapulaga bubuk1/4 sdt pala bubukCara membuat:Rebus ayam dengan daun salam dan daun jeruk hingga empuk.Haluskan bawang merah, bawang putih, bawang bombai, ketumbar, kapulaga, dan pala.Tumis bumbu halus dengan minyak kelapa hingga harum, masukkan serai.Masukkan ayam rebus, aduk rata, tambahkan air rebusan.Tuang santan, masak hingga mendidih.Masukkan tomat, angkat, sajikan.4. Bubur Sup Daging Kacang MerahKacang merah kaya zat besi dan protein nabati. Dikombinasikan dengan daging ayam, menu ini sangat baik untuk menambah berat badan.Bahan:50 gram nasi30 gram daging ayam cincang1 butir telur ayam, kocok lepas10 gram buncis, iris halus10 gram wortel, parut10 gram kacang merah, rendam dan rebus empuk1 batang bawang daun, iris1 batang seledri, iris300 ml kaldu ayam2,5 gram minyak untuk menumis2 siung bawang merah2 siung bawang putihCara membuat:Didihkan kaldu, masukkan kacang merah hingga empuk.Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan daging ayam, masak hingga berubah warna.Masukkan tumisan ke dalam kaldu, tambahkan nasi, buncis, dan wortel.Tuang telur kocok sambil diaduk, masak hingga matang.Taburi bawang daun dan seledri, sajikan.5. Belut Kuah Santan KuningBelut kaya protein dan lemak baik yang membantu penambahan berat badan. Diolah dengan kuah santan kuning, rasanya gurih dan menggugah selera.Bahan:2 ekor belut, potong, marinasi dengan jeruk nipis1 buah tomat, potong500 ml air65 ml santan kental2 lembar daun jeruk1 batang serai3 butir bawang merah2 siung bawang putih1 ruas kunyit1/2 sdt ketumbarGaram secukupnyaCara membuat:Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, dan ketumbar.Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum, masukkan serai dan daun jeruk.Masukkan belut, aduk hingga berubah warna.Tuang air dan santan, masak hingga mendidih dan belut matang.Tambahkan tomat, koreksi rasa, angkat.Dengan variasi menu di atas, dijamin si kecil tidak akan bosan dan berat badannya pun naik optimal. Selamat mencoba, Bunda!

Redaksi-30 Agustus 2026
Menu MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Dicoba
Kesehatan Keluarga

Menu MPASI Penambah Berat Badan Bayi yang Wajib Dicoba

Melihat kurva pertumbuhan bayi yang datar atau bahkan menurun memang bisa bikin hati deg-degan. Padahal, berat badan adalah salah satu indikator penting tumbuh kembang optimal. Sebelum panik, pastikan dulu tidak ada masalah medis yang mendasarinya. Jika sudah aman, saatnya fokus pada menu MPASI yang kaya lemak sehat dan kalori.Kenapa Lemak Itu Penting untuk Bayi?Banyak orang tua yang justru menghindari lemak karena takut bikin gemuk. Padahal, untuk bayi, lemak adalah sumber energi utama. Ahli gizi Jill Castle, RD, mengingatkan bahwa komposisi ASI dan susu formula saja hampir separuhnya berasal dari lemak. Bayi dan balita memang butuh lemak lebih banyak untuk mendukung perkembangan otak, sistem saraf, dan penyerapan vitamin A, D, E, serta K.Jadi, jangan ragu untuk menambahkan lemak sehat ke dalam menu harian Si Kecil. Tapi ingat, tetap konsultasikan dengan dokter anak sebelum melakukan perubahan besar pada pola makannya, ya.Rekomendasi Makanan Penambah Berat Badan BayiSetelah bayi memasuki fase MPASI, pastikan setiap suapan mengandung nutrisi padat. Berikut beberapa pilihan makanan yang bisa membantu menaikkan berat badan bayi secara bertahap:1. Minyak ZaitunSatu gram lemak menyediakan 9 kalori, jauh lebih tinggi daripada protein atau karbohidrat yang hanya 4 kalori. Menambahkan satu sendok teh minyak zaitun ke dalam puree sayuran bisa meningkatkan kalori secara signifikan tanpa mengubah rasa terlalu banyak.2. Selai KacangKacang-kacangan, seperti selai kacang tanah, almond, atau mede, kaya lemak sehat dan protein. Perkenalkan secara bertahap setelah bayi terbiasa dengan makanan lain. Campurkan sedikit selai kacang ke dalam bubur sereal atau puree buah untuk menambah cita rasa dan kalori.3. Susu dan Produk OlahannyaSebelum usia 1 tahun, ASI atau susu formula tetap menjadi sumber nutrisi utama. Setelah itu, susu sapi full cream bisa diperkenalkan. Untuk bayi di bawah 1 tahun, keju dan yogurt bisa menjadi pilihan produk olahan susu yang aman dan bernutrisi.4. AlpukatTeksturnya yang lembut dan rasanya yang netral membuat alpukat mudah diterima bayi. Haluskan alpukat dan campur dengan ASI atau bubur untuk meningkatkan kalori dan lemak sehat.5. PisangDibandingkan buah lain seperti semangka atau apel, pisang memiliki kalori lebih tinggi. Pisang juga kaya kalium dan serat, baik untuk pencernaan bayi. Haluskan pisang dan campur dengan sereal atau bubur.6. KejuTaburan keju parut di atas puree atau bubur bisa menambah rasa gurih sekaligus kalori. Keju mengandung lemak sehat, protein, zinc, vitamin B12, kalsium, dan fosfor yang mendukung pertumbuhan tulang dan otak.7. OatmealOatmeal tidak hanya mengenyangkan, tapi juga kaya zat besi dan zinc. Campurkan oatmeal dengan ASI, susu formula, atau puree buah untuk sarapan yang padat energi.8. PirBuah pir, terutama yang matang, mengandung kalori lebih tinggi daripada beberapa buah lainnya. Kukus pir hingga lunak, lalu haluskan dengan garpu. Bisa juga dicampur dengan yogurt atau sereal.9. YogurtPilih yogurt full-fat tanpa tambahan gula. Yogurt bisa dicampur dengan buah atau sereal untuk camilan kaya protein dan lemak. Pastikan teksturnya sesuai dengan usia bayi.10. TelurTelur orak-arik atau telur rebus yang dihaluskan adalah sumber DHA, salah satu asam lemak omega-3 yang penting untuk perkembangan otak. Mulai perkenalkan telur setelah bayi berusia 6 bulan dan pastikan matang sempurna.Kapan Harus Khawatir?Jika dokter anak sudah memeriksa dan tidak ada masalah medis, mungkin Anda tidak perlu terlalu khawatir. Setiap bayi punya ritme pertumbuhan yang berbeda, terutama bayi prematur. Namun, tetaplah rutin memantau berat badan dan konsultasikan ke dokter jika ada hal yang mengganjal. Catat semua perkembangan Si Kecil, termasuk pola makan dan frekuensi menyusu, agar dokter bisa memberikan saran yang tepat.Ingat, kunci utama adalah kesabaran dan konsistensi. Dengan menu yang tepat dan cinta dari mama, Si Kecil pasti akan mencapai berat badan idealnya. Semangat, ya!

Redaksi-07 Agustus 2026
NaraCerita