Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

parenting

Berita dan Informasi parenting

5 artikel ditampilkan

AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya
Kesehatan Keluarga

AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya

Di tengah derasnya pilihan produk nutrisi anak, banyak ibu Indonesia yang mulai sadar pentingnya memahami apa yang terkandung dalam susu formula. Bukan hanya soal merek, tetapi juga bahan baku, proses produksi, dan transparansi informasi. Masalah kesehatan seperti stunting, karies gigi, dan obesitas pada anak masih menjadi kekhawatiran, sehingga memilih nutrisi yang tepat menjadi semakin krusial.AceKid: Jawaban untuk Nutrisi yang Lebih TransparanFEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid di Indonesia. Produk ini mengusung konsep baru: menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama, yang sumbernya dapat dilacak hingga ke peternakan. Dengan sistem pemrosesan one-step fresh, kualitas susu tetap terjaga hingga sampai ke tangan si kecil.Yang membedakan AceKid dari produk lain adalah komitmennya pada kesederhanaan. Susu formula ini bebas dari tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Jadi, ibu tak perlu khawatir dengan gula tersembunyi yang bisa memicu masalah gigi atau berat badan.Dukungan Riset dan AhliAceKid tidak hanya mengandalkan klaim, tetapi juga didukung oleh riset ekstensif. FEIHE Research Institute telah menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, memiliki 847 paten, dan bekerja sama dengan institusi seperti Harvard Medical School dan Peking University. Hasilnya, produk ini dikembangkan berdasarkan data dan uji klinis.Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak UI, menekankan pentingnya membaca label. “Sering kali orang tua fokus pada tambahan seperti AHA dan DHA, padahal komposisi utama adalah kunci. Perhatikan sumber bahan, proses produksi, dan ada tidaknya gula tambahan,” ujarnya.Penghargaan dan Brand AmbassadorPada peluncurannya, AceKid meraih Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori inovasi susu formula dari susu segar dengan sumber terlacak. Penghargaan ini menilai kebaruan ide, keunikan, dan manfaat nyata bagi pasar.AceKid juga menggandeng Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador. Keduanya dipilih karena merupakan figur ayah yang peduli pada nutrisi anak, sehingga pesan tentang pentingnya peran orang tua dalam memilih nutrisi bisa tersampaikan dengan lebih dekat.Dengan hadirnya AceKid, para ibu kini punya pilihan susu formula yang lebih transparan dan berkualitas. Tentu, ASI tetap menjadi yang terbaik, namun jika diperlukan, AceKid siap mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.

Redaksi-25 Juni 2026
Kulit Bayi Mengelupas? Kenali 4 Kondisi Medis Ini dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Keluarga

Kulit Bayi Mengelupas? Kenali 4 Kondisi Medis Ini dan Cara Mengatasinya

Kulit bayi yang lembut dan halus memang menjadi dambaan setiap orang tua. Namun, tak jarang kita mendapati kulit si kecil terlihat kering, bersisik, bahkan mengelupas. Jangan panik dulu, Bunda. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi pada banyak bayi, terutama saat mereka baru lahir dan beradaptasi dengan lingkungan luar. Namun, ada kalanya kulit mengelupas menandakan adanya kondisi medis yang perlu penanganan khusus.Penyebab Umum Kulit Kering pada BayiSebelum membahas kondisi medis, penting untuk tahu bahwa kulit kering pada bayi seringkali dipicu oleh faktor lingkungan. Udara dingin atau kering, mandi air hangat terlalu lama, atau penggunaan sabun yang keras bisa menghilangkan minyak alami kulit. Selain itu, faktor genetik juga berperan—beberapa bayi memang terlahir dengan kulit yang lebih kering karena lapisan pelindungnya belum sempurna.4 Kondisi Medis yang Perlu DiwaspadaiBerikut adalah beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan kulit bayi mengelupas lebih parah:Eksim (Dermatitis Atopik): Peradangan kulit yang membuat kulit merah, gatal, dan bersisik. Sering muncul di lipatan siku, belakang lutut, dan wajah.Cradle Cap (Dermatitis Seboroik): Bercak kekuningan, berminyak, dan bersisik di kulit kepala. Meski tampak mengganggu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.Dermatitis Kontak: Reaksi iritasi akibat kulit bersentuhan dengan bahan pemicu, seperti pewangi, pewarna, atau deterjen tertentu.Iktiosis: Kelainan genetik yang menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, dan kasar. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus dari dokter.Perbedaan Kulit Kering Biasa dan EksimBanyak orang tua bingung membedakan kulit kering biasa dengan eksim. Kulit kering umumnya terasa kasar dan bersisik, tanpa peradangan. Sementara eksim disertai kemerahan, bintil berisi cairan, dan rasa gatal yang hebat. Eksim juga sering muncul di area yang tidak biasa, seperti di belakang telinga atau lipatan siku.Cara Mengatasi Kulit Bayi MengelupasBerikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah:Atur suhu mandi: Gunakan air hangat suam-suam kuku, dan batasi waktu mandi maksimal 10 menit. Gunakan pembersih tanpa pewangi.Keringkan dengan lembut: Tepuk-tepuk kulit bayi dengan handuk lembut, jangan digosok.Oleskan pelembap: Pilih krim atau salep hipoalergenik yang kental. Oleskan segera setelah mandi, dan ulangi 1-2 kali sehari.Jaga hidrasi: Pastikan bayi mendapat cukup ASI atau susu formula. Untuk bayi di atas 6 bulan, berikan air putih secukupnya.Jika kulit mengelupas disertai kemerahan, bintil, atau bayi tampak rewel, segera konsultasikan ke dokter kulit anak. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan membuat si kecil nyaman kembali.

Redaksi-25 Juni 2026
4 Langkah Sederhana untuk Ibu Multiperan agar Tetap Waras dan Produktif
Kesehatan Keluarga

4 Langkah Sederhana untuk Ibu Multiperan agar Tetap Waras dan Produktif

Menjadi wanita multiperan memang berat. Apalagi di Indonesia, banyak dari kita yang harus mengurus anak, bekerja, bahkan melanjutkan pendidikan. Tapi, bukan berarti kamu harus mengorbankan kebahagiaan. Kuncinya ada pada manajemen diri dan pola pikir yang tepat.1. Temukan Kejelasan Tujuan HidupLangkah pertama adalah menentukan apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidup. Bukan sekadar keinginan sesaat, tapi tujuan yang menjadi pegangan saat badai datang. Mulailah dengan empat hal ini:Core purpose: Alasan utama mengapa kamu melakukan sesuatu. Ini seperti kompas yang akan menuntunmu saat bingung.Core values: Nilai-nilai yang kamu pegang teguh, misalnya kejujuran, kerja keras, atau kasih sayang. Nilai ini akan menjaga integritasmu.Visionary goal: Mimpi besar dalam 10 tahun ke depan. Apa yang ingin kamu capai? Jangan takut bermimpi besar.Action plan: Langkah konkret untuk mewujudkan mimpi itu. Bisa dengan kuliah, ikut organisasi, atau membangun relasi.Ingat, tujuan hidup tidak ditemukan dalam sehari. Ia akan terus berkembang seiring perjalananmu.2. Sadari Kesenjangan, Tapi Jangan TerjebakSetelah punya tujuan, pasti ada jarak antara kondisi saat ini dan impianmu. Wajar kalau kamu merasa tidak percaya diri. Namun, jangan biarkan perasaan itu menguras energimu. Fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan, bukan pada opini orang lain atau tekanan keluarga.3. Mulai dari Hal Kecil yang KonsistenPerubahan besar tidak harus instan. Mulailah dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Misalnya, membaca 10 halaman buku, meditasi 5 menit, atau sekadar menulis jurnal. Otak kita akan membentuk kebiasaan jika dilakukan berulang. Jadi, jangan remehkan langkah kecil.4. Bangun Support System yang KuatKamu tidak perlu berjuang sendirian. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang mendukung, seperti keluarga, sahabat, atau komunitas. Mereka akan menjadi tempatmu berbagi dan menguatkan saat lelah. Ingat, ketika kamu bisa memimpin dirimu sendiri, kamu juga akan mampu memimpin orang lain dengan visi dan nilai-nilai yang kamu miliki.Menjadi wanita multiperan memang penuh tantangan, tapi bukan berarti mustahil. Dengan empat langkah ini, kamu bisa tetap waras, bahagia, dan produktif. Mulai dari sekarang, ya!

Redaksi-25 Juni 2026
5 Pelajaran Parenting dari Drama Korea Teach You a Lesson yang Menggugah
Kesehatan Keluarga

5 Pelajaran Parenting dari Drama Korea Teach You a Lesson yang Menggugah

Sekilas Tentang Drama Teach You a LessonDrama Korea Teach You a Lesson mengisahkan perjuangan tim Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) yang dibentuk untuk menangani krisis pendidikan di Korea Selatan. Dipimpin oleh Na Hwajin yang tegas dan cerdas, mereka turun langsung ke sekolah-sekolah bermasalah. Drama ini tayang di Netflix dengan 10 episode yang penuh dilema moral.Quotes Parenting yang MengenaBeberapa dialog dalam drama ini begitu kuat dan bisa dijadikan bahan renungan bagi para orang tua. Berikut di antaranya:“Ketika orang dewasa takut pada anak-anak, maka dunia akan hancur.” – Choi Ga Yun“Jika guru takut muridnya, mana bisa dia mengajar dengan benar?” – Na Hwa Jin“Aku bisa menyebut ratusan hal yang disukai ibu, tapi aku bahkan tidak tahu apa hal yang aku sukai.” – Hyeon Min“Jika tidak bisa menjadi orang dewasa yang baik, jangan jadi orang dewasa yang jahat.” – Choi Gang Seok“Kalau kamu salah, kamu bisa memperbaikinya. Namun, jika kamu menyerah, itu namanya baru kegagalan.” – Na Hwa Jin“Uang diperoleh dengan kerja keras. Tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya.” – Na Hwa Jin“Kesempatan itu bukan diberikan, tetapi akan datang jika kau menginginkannya.” – Na Hwa Jin“Mintalah pertolongan. Pertolongan akan datang jika kau meminta tolong.” – Na Hwa Jin“Jangan anggap satu menitmu sama dengan satu menit orang lain.” – Na Hwa Jin“Jika kau tak bicara, tak ada yang tahu ketidakadilan ini.” – Na Hwa JinPelajaran Parenting dari Drama IniDari sepuluh kutipan di atas, ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita petik sebagai orang tua:1. Orang Dewasa Harus Berani Tegas namun HangatAnak butuh figur yang tidak takut menegur saat mereka salah, tapi tetap dengan kasih sayang. Ketegasan yang konsisten membuat anak merasa aman.2. Jangan Terlalu Mengontrol AnakKontrol berlebihan justru membuat anak kehilangan jati diri. Beri mereka ruang untuk memilih, dengan batasan yang jelas dan rasional.3. Pendidikan Bukan Hanya NilaiNilai rapor penting, tapi karakter jauh lebih utama. Lingkungan yang aman, adil, dan membimbing akan membantu anak tumbuh optimal.4. Ajarkan Tanggung Jawab dan KonsekuensiAnak perlu belajar bahwa setiap tindakan ada akibatnya. Menerima konsekuensi adalah bagian dari proses menjadi pribadi yang bermartabat.5. Biarkan Anak Menemukan Mimpinya SendiriJangan paksakan mimpi yang belum tercapai pada anak. Dukung mereka untuk mengejar apa yang benar-benar mereka inginkan.6. Dorong Anak untuk Berani Meminta BantuanKetika menghadapi ketidakadilan atau kesulitan, ajari anak untuk tidak diam dan berani mencari pertolongan.7. Tanamkan Nilai-nilai Baik Sejak DiniKebiasaan kecil sehari-hari, cara memandang uang dan kerja keras, serta sikap terhadap kesempatan, semua itu adalah media untuk menanamkan karakter positif.Drama ini mengingatkan kita bahwa peran orang tua dan guru sangat krusial dalam membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas. Selamat menonton dan merenung!

Redaksi-25 Juni 2026
Pelajaran Parenting dari Drakor Teach You a Lesson, Wajib Tonton!
Kesehatan Keluarga

Pelajaran Parenting dari Drakor Teach You a Lesson, Wajib Tonton!

Hai, Moms! Siapa di sini yang suka nonton drama Korea? Kali ini, ada satu drakor yang lagi hits dan penuh pelajaran parenting, yaitu Teach You a Lesson. Drama ini mengisahkan tentang tim Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) Korea Selatan yang punya tugas menangani kasus disiplin dan memperbaiki sistem pendidikan yang dianggap gagal. Tokoh utamanya, Na Hwajin, adalah pengawas BPHP yang tegas, cerdas, dan punya cara unik dalam menangani siswa bermasalah. Dibintangi oleh Kim Mu-yeol, Lee Sung-min, Jin Ki-joo, dan Pyo Ji-hoon, serial ini terdiri dari 10 episode dan bisa ditonton di Netflix.Quotes Parenting Inspiratif dari Teach You a LessonDrama ini penuh dengan kritik terhadap sistem pendidikan, tapi juga menyelipkan banyak quotes parenting yang menyentuh hati. Berikut beberapa di antaranya:“Ketika orang dewasa takut pada anak-anak, maka dunia akan hancur.” – Choi Ga Yun“Jika dokter takut pasiennya, mereka tak akan bisa disembuhkan. Jika pengacara takut kliennya, mereka tak akan bisa dibela. Namun, jika guru takut muridnya, mana bisa dia mengajar dengan benar?” – Na Hwa Jin“Aku bisa menyebut ratusan hal yang disukai ibu, tapi aku bahkan tidak tahu apa hal yang aku sukai.” – Hyeon Min“Jika tidak bisa menjadi orang dewasa yang baik, jangan jadi orang dewasa yang jahat.” – Choi Gang Seok“Kalau kamu salah, kamu bisa memperbaikinya. Namun, jika kamu menyerah, itu namanya baru kegagalan.” – Na Hwa Jin“Uang diperoleh dengan kerja keras. Tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya.” – Na Hwa Jin“Kesempatan itu bukan diberikan, tetapi itu akan datang jika kau menginginkannya.” – Na Hwa Jin“Mintalah pertolongan. Pertolongan akan datang jika kau meminta tolong.” – Na Hwa Jin“Jangan anggap satu menitmu sama dengan satu menit orang lain. Satu menit saat ini nantinya bisa membuat perbedaan puluhan tahun.” – Na Hwa Jin“Jika kau tak bicara, tak ada yang tahu ketidakadilan ini.” – Na Hwa JinPelajaran Parenting yang Bisa DiambilDari quotes di atas, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita terapkan dalam pola asuh sehari-hari:1. Menjadi Figur Orang Dewasa yang Tegas dan HangatAnak-anak butuh figur dewasa yang tidak takut menegur saat mereka salah, tapi tetap penuh kehangatan. Jangan sampai kita terlalu memanjakan atau justru terlalu otoriter.2. Jangan Terlalu Mengontrol AnakTerlalu mengekang anak bisa membuat mereka kehilangan jati diri. Lebih baik, beri mereka pilihan dan tetapkan batas yang jelas tapi rasional. Biarkan mereka tumbuh dengan kebebasan yang bertanggung jawab.3. Pendidikan Bukan Cuma Soal NilaiNilai rapor dan ranking bukan segalanya. Pendidikan sejati adalah tentang menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan membimbing karakter anak. Jangan lupa ajarkan mereka tentang tanggung jawab dan konsekuensi dari setiap tindakan.4. Jangan Paksakan Mimpi Orang TuaBiarkan anak menemukan mimpi dan keinginannya sendiri. Dukung mereka untuk meraih apa yang mereka cintai, bukan apa yang kita inginkan.5. Ajarkan Keberanian dan KetekunanSaat anak mengalami ketidakadilan atau kesulitan, dorong mereka untuk berani meminta bantuan dan tidak mudah menyerah. Ini akan membentuk mental yang kuat.6. Tanamkan Karakter Baik Sejak DiniKebiasaan kecil seperti cara memandang uang, kerja keras, dan kesempatan adalah media penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak. Jadilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.Nah, Moms, itu dia pelajaran parenting dari drakor Teach You a Lesson. Seru banget kan? Yuk, sambil nonton kita bisa sambil belajar jadi orang tua yang lebih baik!

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita