Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

parenting

Berita dan Informasi parenting

15 artikel ditampilkan

Rahasia Komunikasi agar Anak Disiplin Tanpa Perlu Memaksa
Keluarga

Rahasia Komunikasi agar Anak Disiplin Tanpa Perlu Memaksa

Mengajak anak melakukan rutinitas harian seringkali menjadi medan pertempuran kecil. Mulai dari sikat gigi, mengerjakan PR, sampai tidur, semuanya bisa berujung pada adu argumen. Tapi, ternyata kuncinya ada pada pilihan kata yang kita gunakan, Bunda.Mengubah Instruksi Menjadi AjakanParikshit Jobanputra, seorang pakar parenting asal India, menekankan bahwa cara kita menyampaikan pesan sangat memengaruhi respons anak. Anak akan lebih mendengarkan saat mereka merasa dilibatkan, bukan diperintah. Alih-alih memberi komando, coba gunakan kalimat yang membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat mereka.Kalimat Ajaib untuk Rutinitas Sehari-hariBerikut adalah beberapa contoh kalimat yang bisa Bunda coba:Sikat gigi: "Saatnya membersihkan semua kuman di gigimu!" – Anak merasa seperti pahlawan yang sedang bertugas.Matikan TV: "Yuk, kita bersenang-senang bersama dan bermain sesuatu yang seru!" – Fokus anak beralih tanpa paksaan.Kerjakan PR: "Waktunya melatih otak. Mari kita kerjakan PR!" – PR terasa seperti tantangan seru, bukan beban.Berhenti bermain: "Mari kita istirahatkan tubuh agar bisa bermain lebih banyak lagi besok." – Anak paham batasan waktu tanpa merasa kehilangan.Merapikan mainan: "Yuk, kita kembalikan mainan ke tempatnya agar bisa dimainkan lagi nanti." – Ajakan ini membuat anak rela membereskan karena tahu mainannya tidak hilang selamanya.Tidur: "Saatnya kita rileks dan masuk ke dalam mimpi yang indah." – Waktu tidur jadi momen yang dinanti, bukan ditakuti.Jauhkan gadget: "Mari kita kembali ke aktivitas, bermain bersama, dan membuat kenangan indah." – Anak diajak beralih dengan janji kegiatan menyenangkan.Mengapa Cara Ini Efektif?Anak-anak, terutama balita dan prasekolah, lebih responsif terhadap bahasa yang positif dan imajinatif. Dengan menyusun ulang instruksi, Bunda tidak hanya menyampaikan apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa itu penting dan bagaimana hal itu bisa menyenangkan. Hasilnya? Anak lebih kooperatif, dan Bunda pun tidak perlu mengulang perintah berkali-kali.Cobalah mulai dari satu rutinitas dulu, misalnya saat sikat gigi. Perhatikan perubahan reaksi si kecil. Selamat mencoba, Bunda!

Redaksi-05 Juli 2026
Kesehatan Jantung Ibu Sebelum Hamil Bisa Pengaruhi Perkembangan Anak, Ini Faktanya
Keluarga

Kesehatan Jantung Ibu Sebelum Hamil Bisa Pengaruhi Perkembangan Anak, Ini Faktanya

Perencanaan kehamilan tidak hanya soal kesiapan mental dan finansial, tetapi juga kondisi fisik calon ibu. Faktanya, masalah kesehatan sebelum hamil, terutama yang berkaitan dengan jantung, bisa memengaruhi perkembangan anak setelah lahir.Hubungan Kesehatan Jantung Ibu dan Perkembangan AnakSebuah studi yang dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu memainkan peran besar dalam perkembangan otak dan perilaku anak. Dr. Evelina Grayver, direktur kesehatan jantung perempuan di Northwell Health, menjelaskan bahwa apa yang terjadi selama kehamilan memiliki dampak seumur hidup bagi ibu dan anak.Penelitian ini melibatkan lebih dari 8.000 ibu yang dinilai kesehatan jantungnya berdasarkan pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, tidur, indeks massa tubuh, kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah. Mereka kemudian dikelompokkan ke dalam kategori kesehatan kardiovaskular tinggi, sedang, atau rendah.Hasilnya? Pada ibu dengan kesehatan jantung baik, hanya 8,8 persen yang memiliki anak dengan keterlambatan perkembangan di usia 4 tahun. Sementara itu, pada ibu dengan kesehatan jantung buruk, angkanya melonjak hingga 16,8 persen. Bahkan, risiko keterlambatan perkembangan anak meningkat hingga 62 persen pada ibu dengan kesehatan kardiovaskular rendah.Dampak pada Berbagai Aspek PerkembanganKesehatan jantung yang buruk dikaitkan dengan keterlambatan dalam berbagai aspek, seperti komunikasi, motorik kasar (gerakan seluruh tubuh), motorik halus (gerakan tangan dan jari), kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan personal-sosial. Grayver menambahkan bahwa kondisi ini juga meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, hipertensi gestasional, dan kelahiran prematur, yang bisa menghambat perkembangan janin.Jantung yang sehat mampu mengalirkan darah lebih baik ke plasenta, sehingga oksigen dan nutrisi penting dapat tersampaikan secara optimal ke janin. Inilah mengapa menjaga kesehatan jantung sebelum dan selama kehamilan sangat krusial.Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sebelum HamilKabar baiknya, 80 persen masalah kardiovaskular bisa dicegah sebelum hamil. Berikut tiga langkah sederhana yang bisa Bunda lakukan:Perhatikan pola makan: Terapkan pola makan sehat ala Mediterania dengan memperbanyak ikan, daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, dan minyak zaitun, serta mengurangi daging merah.Rutin berolahraga: Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit sehari, lima kali seminggu.Cukup tidur: Pastikan Bunda tidur 7-8 jam setiap malam untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh.Dengan mempersiapkan kesehatan jantung sejak dini, Bunda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan awal terbaik bagi tumbuh kembang si kecil. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Redaksi-05 Juli 2026
Liburan Makin Seru Tanpa Gadget, Ini Triknya
Keluarga

Liburan Makin Seru Tanpa Gadget, Ini Triknya

Liburan sekolah tiba! Momen ini seharusnya jadi kesempatan emas untuk mempererat ikatan keluarga. Namun, tidak jarang anak-anak malah asyik dengan ponsel atau tablet mereka. Tenang, ada banyak cara seru yang bisa membuat mereka lebih tertarik beraktivitas bersama keluarga. Berikut beberapa ide yang bisa kamu coba di rumah.1. Game Tebak Julukan RahasiaSiapa bilang permainan harus mahal? Coba buat game sederhana ini: tuliskan julukan lucu atau unik untuk setiap anggota keluarga di kertas kecil. Masukkan semua kertas ke dalam mangkuk, lalu ambil secara bergiliran. Tebak, julukan itu untuk siapa? Kegiatan ini pasti bikin suasana hangat dan penuh tawa.2. Lomba Masak KeluargaManfaatkan momen kumpul keluarga besar dengan mengadakan lomba masak. Bagi anggota keluarga menjadi dua tim, misalnya ibu dan anak sulung melawan ayah dan si bungsu. Setiap tim memasak hidangan andalan, lalu anggota keluarga lain jadi juri. Selain seru, ini juga melatih kerja sama dan kreativitas anak di dapur.3. Nostalgia dengan Album FotoAjak anak-anak melihat album foto lama. Ceritakan kenangan lucu saat mereka masih kecil. Biarkan mereka menebak apa yang terjadi dalam foto itu. Kalau ada video liburan atau momen spesial, tonton bersama. Nostalgia seperti ini bisa mempererat hubungan dan membuat anak merasa dihargai.Jadi, jangan biarkan liburan sekolah hanya diisi dengan gadget. Dengan kegiatan sederhana ini, waktu bersama keluarga jadi lebih bermakna dan menyenangkan. Selamat mencoba!

Redaksi-05 Juli 2026
Aleesya Kecil Makin Mirip Kiki Amalia, Netizen Bilang Kembaran
Berita

Aleesya Kecil Makin Mirip Kiki Amalia, Netizen Bilang Kembaran

Kiki Amalia kembali mencuri perhatian warganet lewat unggahan potret terbaru putrinya, Aleesya Putri Keshalia. Gadis kecil yang kini genap berusia dua tahun ini semakin menunjukkan pesona wajahnya yang menggemaskan. Banyak yang berkomentar kalau Aleesya ibarat pinang dibelah dua dengan sang ibu.Kemiripan yang Sulit DibantahDari bentuk mata, hidung, hingga senyumnya, Aleesya memang memiliki kemiripan yang mencolok dengan Kiki Amalia. Tak heran jika banyak netizen yang menyebut mereka seperti saudara kembar, bukan ibu dan anak. Kiki sendiri sering mengunggah momen kebersamaan dengan Aleesya di media sosial, dan setiap kali itu terjadi, kolom komentar langsung dipenuhi pujian.Pesona Aleesya di Usia 2 TahunDi usia yang masih sangat belia, Aleesya sudah menunjukkan bakat aktingnya. Ia kerap tampil ekspresif di depan kamera, membuat siapa pun yang melihatnya tersenyum. Gaya rambutnya yang sering dikepang dua atau diikat lucu juga menambah imutnya. Tak hanya wajah, gaya berpakaian Aleesya pun tak kalah modis, sering terlihat mengenakan dress atau outfit warna pastel yang manis.Respons WarganetSetiap kali Kiki mengunggah foto Aleesya, respons positif langsung mengalir deras. “Cantik banget, mirip ibunya,” tulis salah satu netizen. “Kapan main ke sini lagi, Baby Ales?” komentar yang lain. Tak sedikit juga yang mendoakan agar Aleesya tumbuh sehat dan selalu bahagia. Kiki pun kerap membalas komentar-komentar tersebut dengan hangat.Inspirasi Parenting dari Kiki AmaliaSelain gemas dengan kemiripan mereka, banyak ibu muda yang terinspirasi dengan cara Kiki mendidik Aleesya. Ia sering membagikan tips parenting sederhana, seperti pentingnya quality time dan membiasakan anak makan sehat. Kiki juga terlihat sangat protektif namun tetap memberikan ruang bagi Aleesya untuk bereksplorasi.Potret terbaru Aleesya ini kembali mengingatkan kita bahwa kecantikan bisa diwariskan. Dan yang terpenting, momen-momen kecil seperti ini adalah harta berharga bagi setiap orang tua. Semoga Aleesya selalu sehat dan menjadi anak yang membanggakan, ya!

Redaksi-04 Juli 2026
Rahasia Stimulasi agar Bayi Cepat Merangkak, Yuk Coba Bareng Si Kecil
Keluarga

Rahasia Stimulasi agar Bayi Cepat Merangkak, Yuk Coba Bareng Si Kecil

Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Umumnya, mereka mulai merangkak di usia 7-12 bulan, tapi ada juga yang melewati fase berguling dulu. Nah, peran Bunda di sini sangat penting untuk mendukung agar otot-otot si kecil semakin kuat dan siap merangkak. Yuk, simak ide stimulasi berikut!1. Tummy Time RutinTummy time atau tengkurap adalah latihan dasar yang sangat efektif. Lakukan di matras atau selimut, dan ajak si kecil bicara atau bernyanyi agar ia betah. Mulai sejak lahir dengan durasi singkat, lalu tingkatkan bertahap. Jangan lupa selalu awasi ya, Bunda.2. Ajak Main di LantaiBermain bersama di lantai membuat bayi lebih semangat bergerak. Gerakkan mainan ke kiri dan kanan di depan wajahnya, atau ajak membalik halaman buku bergambar. Aktivitas ini melatih koordinasi mata dan tangan.3. Taruh Mainan di Luar JangkauanLetakkan mainan favorit sedikit lebih tinggi atau agak jauh dari si kecil. Ini akan memotivasinya untuk mengangkat kepala, menopang tubuh, dan meraih mainan. Saat ia sudah mulai bergerak, buat rintangan dari bantal atau guling agar lebih menantang. Bermain cilukba juga bisa jadi pemanasan yang seru!4. Contoh Gerakan Push-UpBerbaringlah di lantai dan tunjukkan gerakan seperti push-up. Si kecil akan meniru dorongan tangan yang menopang tubuh. Bunda bisa membantu dengan menahan dadanya agar ia merasa aman saat mencoba.5. Latihan Posisi Tangan dan LututJika bayi sudah mulai mencoba merangkak, bantu ia bergerak maju-mundur dengan posisi tangan dan lutut. Iringi dengan musik atau lagu seperti 'The Wheels on the Bus' agar lebih asyik.6. Batasi Alat Penahan GerakKursi makan, stroller, atau car seat memang praktis, tapi jika terlalu lama digunakan bisa menghambat latihan otot. Beri si kecil lebih banyak waktu bebas di lantai agar otot-ototnya aktif bergerak.7. Merangkak BarengBunda bisa menjadi contoh langsung dengan merangkak di lantai bersama si kecil. Ajak kakak atau anggota keluarga lain ikut serta. Cara ini membuat bayi lebih cepat meniru dan merasa senang.Itulah beberapa stimulasi yang bisa Bunda coba. Ingat, setiap anak unik, jadi nikmati setiap prosesnya ya. Selamat mencoba!

Redaksi-04 Juli 2026
Berani Lawan Tren ASIP Berlebihan, Busui Ini Bagikan Realita Stok ASI yang Sebenarnya
Gaya Hidup

Berani Lawan Tren ASIP Berlebihan, Busui Ini Bagikan Realita Stok ASI yang Sebenarnya

Bunda, pernah nggak sih merasa minder saat melihat foto stok ASI perah (ASIP) yang memenuhi freezer di media sosial? Botol-botol ASI yang tersusun rapi dan berjejer rapat memang sering bikin kita takjub. Tapi di balik itu, banyak ibu menyusui yang justru merasa cemas dan bertanya-tanya, "Apakah ASI-ku cukup?"Kisah Nyata yang MenginspirasiHal inilah yang pernah dirasakan oleh Caitlin Wilder, seorang ibu dari Los Angeles. Ia hampir membeli kulkas tambahan untuk menyimpan ASI berlebih yang ia bayangkan akan segera dibutuhkannya. Tapi ternyata, realitanya jauh berbeda."Yang saya lihat di internet hanyalah orang-orang memompa ASI dalam jumlah besar, mengisi botol pompa mereka, mengisi teko-teko penuh ASI," kata Wilder. "Saya tidak pernah memompa ASI sebanyak itu dan saya merasa buruk tentang hal itu."Wilder menyebut dirinya sebagai seorang "just-enougher"—ibu yang memompa secukupnya sesuai kebutuhan bayi. Saat melahirkan anak keduanya, ia memutuskan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa secukupnya saja sudah cukup. Ia membuat video yang memperlihatkan sedikit ASI yang berhasil dipompanya, sambil bernyanyi dengan konyol, dan membagikannya di media sosial. Respons yang ia terima sangat positif; banyak ibu yang merasa lega karena akhirnya ada yang berbagi realita.Tekanan dari Tren Stok ASIPTren berbagi foto stok ASIP beku di media sosial memang bisa memicu tekanan. Banyak ibu yang merasa harus memiliki persediaan sebanyak mungkin, padahal setiap perjalanan menyusui berbeda. Ada yang perlu memompa banyak karena bekerja, ada yang menyusui langsung sepanjang hari, dan ada juga yang hanya menyimpan sedikit sebagai cadangan. Semua itu normal.Penelitian dalam jurnal Pediatrics oleh Kent dan tim dari University of Western Australia menemukan bahwa volume ASI yang diminum bayi dalam satu sesi sangat bervariasi. Rata-rata sekitar 76 gram, tetapi rentangnya luas tergantung kondisi ibu dan bayi. Jadi, tidak ada standar pasti yang bisa dijadikan patokan.Berapa Banyak ASIP yang Normal?Menurut Ann Cha, ahli gizi terdaftar dan konsultan laktasi di Rumah Sakit Anak Philadelphia, produksi ASI setiap ibu memang berbeda. Bayi biasanya minum 25–32 ons susu per hari. Jika seorang ibu memompa secara eksklusif dalam delapan sesi, targetnya sekitar 3–4 ons per sesi. La Leche League menambahkan, ibu yang lebih sering menyusui langsung mungkin hanya menghasilkan kurang dari 2 ons per sesi memompa.Jumlah ASI yang keluar bisa dipengaruhi oleh:Usia bayiFrekuensi menyusu langsungJadwal pumpingKondisi tubuh ibuTingkat kelelahan dan stresKapasitas penyimpanan payudaraASI juga cenderung lebih banyak di pagi hari dibanding sore atau malam.Keberhasilan Menyusui Bukan Soal StokYang terpenting, produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip "semakin sering dikeluarkan, semakin banyak diproduksi". Tanda bahwa bayi cukup ASI bukan dari penuhnya freezer, melainkan dari:Berat badan yang bertambah sesuai grafik pertumbuhanBayi tampak puas setelah menyusuFrekuensi buang air kecil yang cukupBayi aktif dan responsifSetiap ibu punya perjuangan masing-masing. Ada yang stok ASIP-nya bertahan berbulan-bulan, ada yang hanya punya beberapa kantong cadangan, bahkan ada yang memompa sesuai kebutuhan harian. Foto-foto di media sosial hanyalah potongan kecil dari perjalanan seseorang.Jadi, Bunda, jangan jadikan jumlah ASIP orang lain sebagai tolok ukur. Nikmati proses menyusui dengan penuh cinta dan percaya bahwa apa yang Bunda berikan sudah yang terbaik untuk si kecil.

Redaksi-04 Juli 2026
Seru Belajar Jenis Hewan: Panduan untuk Si Kecil
Keluarga

Seru Belajar Jenis Hewan: Panduan untuk Si Kecil

Halo, Mama! Dunia hewan itu luas banget, lho. Diperkirakan ada sekitar sembilan juta spesies hewan di Bumi, tapi baru sejuta lebih yang diketahui. Seru, ya? Mengenal jenis-jenis hewan nggak cuma buat pelajaran sekolah, tapi juga bantu si kecil paham alam dan pentingnya menjaga satwa.Mengapa Perlu Belajar Klasifikasi Hewan?Klasifikasi hewan membantu kita mengenali ciri-ciri unik setiap hewan. Ilmuwan menggunakan sistem dari Carl Linnaeus, mulai dari kingdom hingga spesies. Tapi buat anak-anak, kita bisa pakai cara sederhana: berdasarkan tulang belakang, makanan, habitat, dan cara berkembang biak.Hewan Bertulang Belakang vs Tanpa Tulang BelakangPertama, lihat apakah hewan punya tulang belakang atau tidak. Hewan bertulang belakang (vertebrata) punya tulang punggung. Kelompok ini meliputi ikan, amfibi (katak), reptil (ular, kura-kura), burung, dan mamalia (kucing, gajah, manusia). Sebaliknya, hewan tanpa tulang belakang (invertebrata) jumlahnya sangat banyak, sekitar 97% spesies hewan di dunia! Contohnya serangga, laba-laba, udang, siput, bintang laut, ubur-ubur, dan cacing.Menariknya, vertebrata juga dibedakan jadi hewan berdarah dingin (suhu tubuh mengikuti lingkungan) seperti ikan dan reptil, serta berdarah panas (suhu tubuh tetap) seperti burung dan mamalia.Berdasarkan Makanan: Herbivora, Karnivora, OmnivoraMama bisa ajak si kecil lihat pola makan hewan. Herbivora hanya makan tumbuhan, contohnya sapi, kambing, jerapah, dan kelinci. Karnivora makan daging, punya taring tajam, seperti singa, harimau, buaya, dan elang. Omnivora makan segala, seperti beruang, ayam, tikus, dan manusia. Seru, kan, lihat adaptasi gigi mereka?Habitat: Tempat Tinggal HewanHewan tinggal di berbagai tempat: darat (kucing, gajah), air (ikan, paus), amfibi (katak, salamander), udara (burung, kelelawar), pohon (monyet, tupai), tanah (cacing), dan air payau (beberapa jenis kepiting). Ajak si kecil tebak-tebakan, "Hewan apa yang hidup di air dan darat?"Cara Berkembang Biak: Ovipar, Vivipar, OvoviviparAnak-anak pasti penasaran, kenapa ada hewan bertelur dan ada yang melahirkan. Ovipar bertelur, contohnya ayam, bebek, penyu, dan kupu-kupu. Vivipar melahirkan, seperti kucing, anjing, dan gajah. Ovovivipar campuran: telur menetas di dalam tubuh induk, lalu dilahirkan, misalnya ular boa dan hiu martil.Yuk, Kenali Hewan Langka Indonesia!Indonesia kaya akan hewan unik dan langka, seperti komodo, orangutan, badak bercula satu, dan harimau sumatra. Ajak si kecil sayangi hewan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung konservasi.Belajar hewan jadi petualangan seru, Mama. Dengan memahami klasifikasi, habitat, makanan, dan cara berkembang biak, anak-anak bisa lebih menghargai keanekaragaman hayati. Selamat bereksplorasi!

Redaksi-02 Juli 2026
Jet Li Buka Suara, Dua Putri Sulungnya Dijamin Hidup Nyaman Sampai Lansia
Gaya Hidup

Jet Li Buka Suara, Dua Putri Sulungnya Dijamin Hidup Nyaman Sampai Lansia

Jet Li, aktor kawakan yang namanya melegenda di dunia film laga, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah membuka suara soal tuduhan pilih kasih terhadap anak-anaknya. Lewat kanal YouTube pribadinya, ia membeberkan fakta mengejutkan soal masa depan kedua putri sulungnya.Fakta di Balik Tuduhan Pilih KasihBeredar rumor di media sosial Tiongkok yang menyebut Jet Li lebih memprioritaskan dua putrinya dari pernikahan kedua dengan Nina Li Chi, yaitu Jane (26) dan Jada (23). Namun, dalam wawancara yang juga menjadi ajang promosi buku memoarnya, Beyond Life And Death: The Way Of True Freedom, Jet Li menegaskan bahwa kedua putri sulungnya dari pernikahan pertama dengan Huang Qiuyan, Si dan Taimi, sudah mendapatkan jaminan finansial yang sangat baik.Istri Kedua yang Bertanggung JawabYang menarik, jaminan tersebut justru datang dari sang istri kedua, Nina Li Chi. Sebelum menikah, Nina sudah berjanji akan memperlakukan kedua putri tirinya dengan baik. "Dia berkata, 'Aku akan membiayai sekolah mereka. Aku akan mengurus semuanya. Kamu tidak perlu khawatir'," ungkap Jet Li. Dan terbukti, Nina telah menyiapkan dana khusus untuk Si dan Taimi yang nilainya cukup untuk menjamin kehidupan mereka hingga usia 100 tahun.Kehidupan Anak-anak yang TerjaminJet Li menambahkan bahwa dana tersebut sudah lebih dari cukup. "Bahkan jika mereka tidak bekerja, mereka tetap akan memiliki uang. Kalau mereka bekerja, mereka hanya perlu mengurus diri sendiri dan ibu mereka," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan Nina sudah tidak membutuhkan harta tersebut karena kondisi finansial mereka sudah sangat baik.Hubungan Harmonis di Balik LayarSelama ini, keluarga memilih bungkam terhadap isu pilih kasih. Namun, atas permintaan kedua putri sulungnya yang merasa tuduhan itu tidak adil bagi sang ayah, Jet Li akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan hubungan keempat putrinya tetap harmonis. Jada, putri bungsunya, bahkan membenarkan bahwa Si dan Taimi selalu memberikan perhatian ketika ada kesempatan. Mereka rutin berkumpul setidaknya setahun sekali, baik di Singapura maupun Amerika Serikat.Refleksi Seorang AyahMeski demikian, Jet Li mengakui bahwa dirinya memang lebih terlibat dalam membesarkan dua putri dari pernikahan keduanya. Ia menjelaskan bahwa pada masa membesarkan Si dan Taimi, dirinya lebih fokus mengejar karier. Baru setelah krisis finansial Asia pada 1997, ia mulai merenung dan memutuskan untuk menjadi ayah yang lebih hadir. "Saya dulu berpikir memberikan uang yang cukup dan pendidikan yang baik sudah cukup. Namun, memberikan uang saja ternyata tidak cukup," tuturnya.Perubahan besar lainnya terjadi ketika Jada mengalami masalah kesehatan mental. Jet Li mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sang putri karena telah mengubah cara pandangnya sebagai seorang ayah. "Kamulah yang mengubah hidupku sehingga aku menjadi seorang ayah yang sesungguhnya. Sebelum itu, aku hanya setengah menjadi seorang ayah," kata Jet Li.

Redaksi-02 Juli 2026
Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Menghambat Tumbuh Kembang Anak
Keluarga

Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Menjadi orang tua adalah perjalanan penuh cinta, tapi juga tantangan. Kadang, niat baik kita malah berujung pada pola asuh yang tidak sehat. Istilah 'toxic parenting' mungkin terdengar berat, tapi faktanya banyak dari kita tanpa sadar melakukannya. Dampaknya? Bisa menghambat perkembangan emosi dan mental anak hingga dewasa.1. Emosi yang Meledak-ledakWajar kok kalau sesekali kita merasa lelah dan marah. Tapi kalau anak selalu hidup dalam ketakutan melihat emosi orang tua yang tidak stabil, ini masalah besar. Anak jadi tidak merasa aman dan kesulitan mengelola emosinya sendiri. Mereka butuh konsistensi agar tumbuh percaya diri.2. Kabur Batasan antara Orang Tua dan AnakSayang, seringkali kita terlalu 'terbuka' atau sebaliknya, terlalu ikut campur. Misalnya, menceritakan masalah dewasa di depan anak, atau tidak memberi mereka ruang pribadi. Akibatnya, anak jadi manja atau justru menjauh karena merasa sesak.3. Memaksakan Jalan Hidup AnakSetiap anak punya takdir dan minatnya sendiri. Saat kita memaksakan kehendak, misalnya memilihkan sekolah atau hobi yang kita anggap terbaik, tanpa mendengar keinginan mereka, kita sedang merampas kemandiriannya. Biarkan mereka belajar dari kesalahan sendiri.4. Overprotektif dan Terlalu MengontrolMengawasi anak memang penting, tapi kalau semua gerak-geriknya diatur, termasuk siapa temannya dan tontonan apa yang boleh, anak jadi tidak punya inisiatif. Pola asuh 'helikopter' ini malah bikin anak memberontak atau tidak percaya diri.5. Memanfaatkan Rasa BersalahKata-kata seperti 'Ibu sedih kalau kamu nakal' atau 'Ayah kecewa' sering dipakai agar anak menurut. Padahal, ini adalah bentuk manipulasi. Anak jadi merasa bersalah terus-menerus dan tidak berani mengambil keputusan sendiri.6. Gaslighting: Meremehkan Perasaan AnakPernah bilang 'Ah, kamu lebay' atau 'Itu nggak terjadi, kamu ngimpi'? Itu namanya gaslighting. Anak jadi ragu dengan perasaannya sendiri. Mereka belajar bahwa apa yang mereka rasakan tidak valid, padahal perasaan mereka penting.7. Kritik Berlebihan pada PenampilanKomentar soal berat badan atau bentuk tubuh, meski maksudnya bercanda, bisa membekas. Anak jadi terobsesi dengan penampilan dan berisiko mengalami gangguan makan. Lebih baik fokus pada kesehatan daripada penampilan fisik.8. Memaksa Anak Memilih Antara Orang TuaSetelah bercerai atau dalam konflik, kadang orang tua meminta anak memihak. Ini sangat membebani jiwa anak. Mereka butuh dicintai kedua belah pihak tanpa harus memilih. Jangan jadikan anak sebagai alat.9. Membuat Anak Merasa Tidak DiinginkanUcapan seperti 'Dasar merepotkan' atau 'Andai saja kamu tidak ada' sungguh menyakitkan. Anak akan merasa keberadaannya adalah beban. Harga diri mereka hancur dan sulit membangun hubungan sehat di masa depan.Sadari bahwa perubahan kecil dalam cara kita berinteraksi bisa berdampak besar. Yuk, mulai sekarang lebih peka dan perbaiki pola asuh kita. Anak-anak layak tumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta dan pengertian.

Redaksi-01 Juli 2026
Liburan Edukatif Bima dan Tatjana di Jogja, Belajar Gamelan Sambil Bermain
Keluarga

Liburan Edukatif Bima dan Tatjana di Jogja, Belajar Gamelan Sambil Bermain

Liburan keluarga selalu punya cerita tersendiri. Kali ini, giliran pasangan selebriti Cynthia Lamusu dan Surya Saputra yang membagikan keseruan quality time bersama anak kembar mereka, Bima dan Tatjana. Destinasi yang dipilih? Jogjakarta, kota yang kaya akan budaya dan tradisi.Belajar Gamelan, Pengalaman Tak TerlupakanSalah satu momen paling menarik dalam liburan ini adalah saat Bima dan Tatjana berkesempatan belajar memainkan gamelan. Alat musik tradisional Jawa ini ternyata berhasil memikat hati si kembar. Dengan penuh semangat, mereka mencoba memukul bonang dan saron, meski sesekali masih kelihatan canggung. Cynthia dan Surya pun tak ketinggalan mendampingi dan memberi semangat.“Seru banget, mereka langsung antusias,” ujar Cynthia. Belajar gamelan bukan sekadar bermain musik, tapi juga mengenalkan anak pada warisan budaya Indonesia sejak dini. Kegiatan seperti ini bisa jadi inspirasi bagi para ibu untuk mengajak si kecil mengenal kesenian tradisional.Jelajah Sisi Lain JogjaSelain belajar gamelan, keluarga kecil ini juga mengunjungi beberapa tempat ikonik di Jogja. Mulai dari makan gudeg khas, jalan-jalan di Malioboro, hingga menikmati suasana alam di tepi pantai. Semua kegiatan dilakukan dengan ceria dan penuh tawa.Bagi Cynthia, liburan seperti ini penting untuk mempererat ikatan keluarga. “Anak-anak jadi lebih dekat, dan kami sebagai orang tua juga bisa recharge energi,” tambahnya. Momen seperti ini juga menjadi kenangan indah yang akan terus diingat Bima dan Tatjana.Tips Liburan Seru ala Cynthia LamusuBuat para ibu yang ingin liburan edukatif seperti ini, Cynthia punya beberapa tips:Pilih destinasi yang punya nilai budaya atau sejarah, seperti Jogja.Libatkan anak dalam merencanakan kegiatan, biar mereka lebih antusias.Sisipkan aktivitas belajar sambil bermain, misalnya workshop batik atau gamelan.Jangan lupa siapkan camilan dan perlengkapan anak agar tetap nyaman.Liburan tak harus selalu ke tempat wisata modern. Kadang, pengalaman sederhana seperti belajar gamelan justru memberi kesan mendalam bagi si kecil. Selamat berlibur, Bunda!

Redaksi-01 Juli 2026
Perjalanan Hati Shireen Sungkar Menerima Diagnosis Autisme pada Putrinya
Keluarga

Perjalanan Hati Shireen Sungkar Menerima Diagnosis Autisme pada Putrinya

Menjadi orang tua adalah perjalanan penuh kejutan. Ada kalanya kebahagiaan datang tanpa cela, namun tak jarang ujian hadir untuk menguatkan. Hal itulah yang dialami oleh Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu. Pasangan yang telah dikaruniai tiga anak ini harus melewati masa-masa sulit saat mengetahui putri bungsu mereka, Cut Shafiyyah Mecca Al Fatih, memiliki kebutuhan khusus.Awal Mula KekhawatiranShireen mengaku bahwa pada dua tahun pertama, perkembangan Shafiyyah tampak normal. Namun, ia mulai merasakan ada yang berbeda. "Dari 0 sampai 2 tahun menurut kita baik-baik saja. Memang speech delay, kosakatanya ada terus. Tapi usia 0 sampai 2 tahun tuh telat banget kelihatannya," ujarnya.Perubahan perilaku mulai terlihat saat Shafiyyah lebih suka menyendiri dan enggan bermain dengan teman sebaya. "Kalau aku ajari dia menghindar, lebih suka melakukan apa-apa sendiri," kenang Shireen. Kondisi ini semakin jelas saat pandemi COVID-19 melanda, ketika aktivitas di luar rumah terhenti total."Paling parah waktu itu COVID-19. Dia enggak beraktivitas di luar, kelas-kelasnya berhenti, enggak ada main di playground. Dan dia tuh anaknya enggak gadget," cerita Shireen. Di masa itu, kosakata yang sudah dimiliki Shafiyyah justru menghilang, dan kontak mata pun berkurang drastis.Proses Diagnosis yang PanjangMeski firasat sudah kuat, Shireen dan suami sempat menunda pemeriksaan karena situasi pandemi. Hingga akhirnya, saat Shafiyyah berusia 2 tahun 8 bulan, mereka memutuskan untuk memeriksakan sang buah hati ke dokter spesialis. Hasilnya pun mengejutkan: Shafiyyah didiagnosis autisme."Waktu itu bingung mencernanya. Autisme itu apa? Terus aku harus melakukan apa? Terapinya seperti apa?" ungkap Shireen. Kebingungan dan rasa bersalah langsung menghampiri. "Aku salahin diri aku banget. Apa aku salah makan waktu hamil? Apa aku stres pas hamil? Apa aku salah mendidiknya?" tuturnya.Belajar Ikhlas dan BersyukurDalam perjalanan menerima kondisi Shafiyyah, Shireen menyadari betapa pentingnya dukungan dari orang-orang terdekat. Ia pun mencari ketenangan dengan bercerita kepada seorang ustaz. "Gimana ya, ustaz, supaya saya tuh nerima, saya mau berjuang. Terus enggak sedih melihat anak-anak seumuran Shafiyyah sudah bisa bicara, seumurannya bisa main," curhatnya.Nasihat sang ustaz menjadi titik balik. "Kita manusia itu cuma bisa berencana. Allah yang kasih takdir. Kamu dikasih surga di depan mata, kenapa kamu harus pusing sama masa depan anak ketika Allah itu sudah menakdirkan anaknya?" kata Shireen menirukan wejangan yang ia terima. Mendengar itu, perasaannya campur aduk. "Memang aku tuh kenapa ya, aku lebih fokus marah sama kondisi daripada fokus berpikir Allah itu baik," akuinya.Shireen kini bersyukur dan menerima bahwa anak berkebutuhan khusus adalah surga yang dititipkan Allah. "Di situ aku merasa pentingnya ilmu supaya kita bisa mengambil sudut pandang yang berbeda dalam kehidupan," pungkasnya. Perjalanan ini mengajarkan bahwa setiap anak adalah anugerah, dan tugas orang tua adalah mendampingi dengan penuh cinta dan kesabaran.

Redaksi-01 Juli 2026
Liburan Mewah ke Italia, Aksi Imut Kyarra Bikin Gemas
Berita

Liburan Mewah ke Italia, Aksi Imut Kyarra Bikin Gemas

Pasangan artis Jessica Mila dan Yakup Hasibuan memang dikenal gemar mengajak putri tercinta mereka, Kyarra, jalan-jalan ke berbagai tempat. Kali ini, destinasi yang dipilih benar-benar bikin iri: Italia! Negara dengan segudang sejarah dan pemandangan indah itu menjadi saksi liburan seru keluarga kecil ini.Penampilan Stylish KyarraDalam beberapa foto yang dibagikan, Kyarra tampil begitu menggemaskan dengan outfit ala anak-anak Eropa. Dress bunga-bunga dan topi jerami membuatnya terlihat seperti boneka hidup. Tak ketinggalan, aksesori lucu seperti kacamata hitam dan tas kecil ikut melengkapi gayanya.Momen Bermain di Kota TuaLiburan ke Italia tidak lengkap tanpa menjelajahi kota-kota bersejarah seperti Roma dan Florence. Kyarra tampak asyik berlari-larian di alun-alun, mengejar burung merpati, dan sesekali berpose di depan monumen ikonik. Ekspresi polosnya yang penasaran dengan segala sesuatu menambah kelucuan suasana.Quality Time Bareng Papa dan MamaJessica Mila dan Yakup tampak sangat menikmati momen kebersamaan dengan putri mereka. Mereka terlihat bergandengan tangan sambil berjalan-jalan, menikmati gelato, dan tertawa bersama. Kebahagiaan keluarga kecil ini terpancar jelas dari setiap foto yang diunggah.Potret Menggemaskan Saat MakanMomen makan menjadi salah satu yang paling menarik. Kyarra yang tengah belajar makan sendiri, terlihat berantakan namun menggemaskan saat mencicipi pasta dan pizza khas Italia. Pipinya yang tembem dengan saus tomat di dagu membuat netizen tak kuasa menahan gemas.Liburan ini nggak cuma jadi kenangan indah buat keluarga Jessica Mila, tapi juga menghibur para pengikut setianya. Melihat tingkah Kyarra yang ceria dan imut, banyak yang berharap bisa melihat lebih banyak lagi potret petualangan si kecil di masa depan.

Redaksi-01 Juli 2026
Panduan Liburan Nyaman untuk Ibu Hamil yang Membawa Balita
Keluarga

Panduan Liburan Nyaman untuk Ibu Hamil yang Membawa Balita

Liburan adalah momen yang dinanti-nantikan untuk melepas penat dan mempererat ikatan keluarga. Namun, bagi Bunda yang sedang hamil dan memiliki balita, perjalanan liburan membutuhkan perencanaan ekstra. Bunda tidak hanya harus menjaga kesehatan kehamilan, tetapi juga memastikan si kecil tetap nyaman dan bahagia selama perjalanan.Pertanyaan yang sering muncul: amankah berlibur saat hamil sambil membawa balita? Jawabannya, aman, asalkan Bunda mendapat izin dari dokter kandungan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), trimester kedua (usia kehamilan 14–28 minggu) adalah waktu paling ideal untuk bepergian. Pada fase ini, rasa mual biasanya berkurang dan energi Bunda lebih stabil. Risiko keguguran spontan atau persalinan prematur juga lebih rendah.Namun, jika Bunda sudah memasuki trimester ketiga (28–40 minggu), sebaiknya tetap berada dalam radius sekitar 300 mil dari rumah untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi, seperti tekanan darah tinggi atau persalinan prematur. Perjalanan dengan pesawat pun biasanya dibatasi setelah usia kehamilan 36 minggu untuk penerbangan domestik, dan 28–35 minggu untuk penerbangan internasional. Konsultasikan selalu dengan dokter Bunda sebelum memutuskan untuk bepergian, terutama jika ada riwayat komplikasi kehamilan.Mengapa berlibur dengan balita saat hamil terasa lebih melelahkan? Perubahan fisik selama kehamilan, seperti penurunan kualitas tidur, membuat Bunda lebih mudah lelah. Sebuah penelitian di BMC Pregnancy and Childbirth menunjukkan bahwa ibu hamil cenderung tidur lebih singkat dan lebih sering terbangun. Ditambah lagi, mengurus balita yang aktif membutuhkan energi ekstra. Jadi, tak heran jika perjalanan jauh terasa lebih menguras tenaga.Tapi jangan khawatir, Bunda! Berikut adalah tips-tips praktis yang bisa membantu liburan Bunda tetap nyaman dan menyenangkan:1. Ajak Pendamping EkstraJika memungkinkan, ajak suami, orang tua, atau anggota keluarga lain untuk ikut serta. Dengan adanya pendamping, Bunda bisa bergantian mengawasi balita saat tubuh mulai lelah. Ini akan sangat membantu mengurangi beban Bunda selama perjalanan.2. Pilih Destinasi yang RamahCari tempat wisata yang menyediakan area istirahat, toilet bersih, dan fasilitas untuk anak-anak. Hindari destinasi yang mengharuskan Bunda berjalan terlalu jauh atau memiliki jadwal padat. Liburan yang menyenangkan tidak harus selalu penuh aktivitas—kadang, bersantai di hotel sambil menikmati pemandangan sudah cukup.3. Bawa Barang SecukupnyaKurangi barang bawaan yang tidak perlu. Semakin sedikit barang yang Bunda bawa, semakin mudah Bunda bergerak dan fokus pada si kecil. Gunakan koper beroda dan stroller ringan untuk membantu perjalanan. Bunda bisa membawa perlengkapan penting saja, seperti popok, tisu basah, dan baju ganti.4. Siapkan Camilan SehatBalita sering lapar di tengah perjalanan. Siapkan camilan sehat seperti buah potong, biskuit gandum, atau yoghurt untuk mencegahnya rewel. Jangan lupa juga bawa camilan untuk Bunda sendiri, misalnya kacang-kacangan atau buah kering, untuk menjaga energi dan mengatasi mual.5. Sesuaikan Jadwal dengan Rutinitas AnakAtur waktu keberangkatan agar tidak mengganggu jam tidur atau makan balita. Jika anak sudah terbiasa tidur siang, pilihlah jadwal perjalanan yang memungkinkan ia tidur di perjalanan. Dengan begitu, balita akan lebih tenang dan tidak rewel.6. Dengarkan Tubuh BundaJangan memaksakan diri untuk mengikuti semua rencana. Jika Bunda merasa lelah, pusing, atau ada kontraksi, segera istirahat. Liburan yang berkesan bukan tentang berapa banyak tempat yang dikunjungi, melainkan kualitas waktu bersama keluarga.7. Siapkan Perlengkapan MedisBawa obat-obatan yang diresepkan dokter, vitamin kehamilan, dan salinan catatan medis. Pastikan Bunda juga tahu alamat rumah sakit atau klinik terdekat di lokasi liburan. Lebih baik bersiap, daripada panik saat darurat.Dengan perencanaan yang matang, liburan bersama balita saat hamil bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Selamat berlibur, Bunda!

Redaksi-01 Juli 2026
Insiden Via Vallen Jatuh di Tangga Gendong Bayi: Pelajaran Berharga untuk Para Ibu
Keluarga

Insiden Via Vallen Jatuh di Tangga Gendong Bayi: Pelajaran Berharga untuk Para Ibu

Via Vallen, penyanyi dangdut tanah air, baru-baru ini menjadi sorotan setelah mengalami insiden terjatuh di tangga rumahnya. Saat itu, ia sedang menggendong putri keduanya, Namy Safiyyah Azzahra Radia atau yang akrab disapa Shaza, yang masih berusia tiga bulan. Kejadian ini tentu membuat para penggemar dan sesama ibu merasa cemas.Kronologi KejadianMelalui unggahan di Instagram pribadinya, Via membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik ia terjatuh. Dalam video tersebut, Via tampak mengenakan daster dan berjalan menuju tangga sambil menggendong Shaza. Ia mulai menuruni anak tangga satu per satu dengan hati-hati. Namun, saat menginjak anak tangga kelima, tiba-tiba tubuhnya kehilangan keseimbangan dan ia pun jatuh.Beruntung, Via jatuh dalam posisi duduk dan berhasil melindungi bayinya yang masih dalam gendongan. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya tiba-tiba merasa oleng hingga akhirnya jatuh. Meskipun insiden ini membuat banyak orang khawatir, Via memastikan bahwa kondisi dirinya dan Shaza baik-baik saja.Pentingnya Kewaspadaan Saat Menggendong Bayi di TanggaInsiden yang dialami Via Vallen menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para ibu, untuk selalu ekstra hati-hati saat menggendong bayi, khususnya di area yang berpotensi membahayakan seperti tangga. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:Gunakan kedua tangan untuk memegang railing tangga agar keseimbangan lebih terjaga.Hindari menggunakan alas kaki yang licin atau longgar saat menaiki tangga.Jika memungkinkan, gunakan baby carrier atau gendongan yang aman agar tangan lebih leluasa.Jangan terburu-buru saat menuruni atau menaiki tangga, ambil langkah perlahan dan pasti.Pastikan pencahayaan di area tangga cukup terang agar tidak salah injak.Respons Via Vallen dan Dukungan NetizenSetelah kejadian tersebut, Via langsung mendapatkan dukungan dari para netizen dan rekan sesama artis. Banyak yang merasa lega mengetahui bahwa Via dan Shaza selamat tanpa cedera serius. Via pun mengucapkan terima kasih atas doa dan perhatian yang diberikan. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa sebagai ibu, kita tidak pernah sendirian dalam menghadapi situasi darurat.Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan buah hati tercinta.

Redaksi-29 Juni 2026
Sarapan Pagi Rahasia Anak Fokus dan Berprestasi di Sekolah
Kesehatan Keluarga

Sarapan Pagi Rahasia Anak Fokus dan Berprestasi di Sekolah

Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai rapor, tapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh optimal. Di era belajar yang makin dinamis, anak dituntut untuk berpikir kritis dan aktif berdiskusi. Nah, untuk bisa mengikuti proses ini, kesiapan sejak pagi hari jadi faktor penting. Salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar adalah sarapan sehat bergizi lengkap.Kenapa Sarapan Itu Penting?Sarapan memberi energi awal yang dibutuhkan otak dan tubuh anak. Tanpa sarapan, anak bisa merasa lemas, sulit konsentrasi, dan kurang bersemangat belajar. Sebaliknya, dengan sarapan bernutrisi, anak lebih siap menerima pelajaran, aktif bertanya, dan percaya diri berinteraksi di kelas. Bunda, ini bukan sekadar mitos, ya—banyak penelitian mendukung pentingnya sarapan untuk performa akademik dan kesehatan mental anak.Solusi Praktis untuk Orang Tua SibukMembangun kebiasaan sarapan konsisten memang tantangan, apalagi di pagi yang super sibuk. Tapi tenang, ada solusi praktis yang bisa membantu. Energen hadir sebagai pilihan sarapan sehat yang lengkap: mengandung susu, karbohidrat, sereal, serat, protein, plus 10 vitamin dan mineral. Variannya pun beragam, dari cokelat, kacang hijau, vanilla, jahe, kurma, hingga yang seru seperti Energen Topping Beng Beng Balls dan Roma Malkist. Jadi, anak tetap semangat sarapan tanpa drama!Inspirasi dari Kabupaten BandungBaru-baru ini, Energen bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menggelar kampanye Anak Energen Anak Berprestasi. Acara ini dihadiri ribuan peserta dari 301 sekolah, lengkap dengan sarapan bersama, talkshow interaktif, dan penyerahan hadiah. Ibu Iis, salah satu peserta, mengaku makin sadar bahwa kebiasaan kecil seperti sarapan bisa berdampak besar pada konsentrasi anak. “Saya selalu pastikan anak sarapan bergizi sebelum sekolah. Hasilnya, dia lebih fokus dan semangat belajar,” ujarnya.Ibu Hilda, seorang guru, juga menambahkan bahwa anak yang datang dengan perut terisi cenderung lebih aktif dan percaya diri di kelas. “Kebiasaan di rumah sangat memengaruhi kesiapan belajar anak,” katanya. Dukungan dari orang tua dan sekolah memang saling melengkapi, dan sarapan adalah langkah awal yang sederhana tapi kuat.Tips Membangun Rutinitas SarapanLibatkan anak memilih menu sarapan favorit agar mereka antusias.Siapkan bahan sarapan malam sebelumnya untuk menghemat waktu.Jadikan momen sarapan sebagai quality time keluarga tanpa gadget.Kombinasikan Energen dengan buah atau roti gandum untuk variasi.Ingat, Bunda, membangun kebiasaan butuh konsistensi. Tapi hasilnya sepadan: anak lebih siap belajar, fokus, dan berprestasi. Yuk, mulai dari pagi ini!

Redaksi-29 Juni 2026
NaraCerita