Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa belakangan ini membawa dampak luas. Bukan cuma sektor usaha yang merugi, tapi juga ibu rumah tangga, terutama yang memiliki bayi dan mengandalkan ASI perah (ASIP).
Kisah Bunda Kehilangan Stok ASIP
Seorang ibu dengan akun @ginalevinaa membagikan momen pilu di media sosial. Ia mengunggah foto kantong-kantong ASIP yang mencair karena kulkas tak berfungsi saat listrik padam. “Definisi sakit ga berdarah, susah-susah nabung ASI, leleh dalam sehari gara-gara pemadaman bergilir,” tulisnya. Tabungan ASI selama 5 bulan lenyap dalam sekejap.
Unggahan ini langsung viral. Banyak netizen ikut berbagi pengalaman serupa. “Ikut nimbruung.. calon2 ASIP terbuang karena ada pemadaman tanpa informasi dari jam 18.00 an tadi,” tulis akun @n.k***. Tak sedikit yang kehilangan hingga puluhan kantong ASIP.
Dampak Nyata bagi UMKM
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut pemadaman ini mengganggu operasional usaha kecil. “Yang jualan es, esnya cair. Frozen food juga rusak. Dampak sosialnya kemana-mana,” ujarnya. Pelaku usaha terpaksa menurunkan omzet bahkan merugi.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengakui pengaruh besar pemadaman terhadap produksi. Pemerintah pun mendorong PLN untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.
Penyebab dan Permintaan Maaf PLN
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. “Kami memahami kesulitan yang dihadapi,” katanya. Penyebab pemadaman adalah gangguan pasokan batu bara dan masalah teknis di dua pembangkit besar. PLN berjanji akan memperbaiki sistem agar pasokan listrik kembali normal.
Bagi para ibu, kehilangan ASIP bukan sekadar materi, tapi juga perjuangan dan air mata. Semoga kejadian ini menjadi perhatian agar pasokan listrik lebih andal ke depannya.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
