Bunda, pernah nggak sih merasa minder saat melihat foto stok ASI perah (ASIP) yang memenuhi freezer di media sosial? Botol-botol ASI yang tersusun rapi dan berjejer rapat memang sering bikin kita takjub. Tapi di balik itu, banyak ibu menyusui yang justru merasa cemas dan bertanya-tanya, "Apakah ASI-ku cukup?"
Kisah Nyata yang Menginspirasi
Hal inilah yang pernah dirasakan oleh Caitlin Wilder, seorang ibu dari Los Angeles. Ia hampir membeli kulkas tambahan untuk menyimpan ASI berlebih yang ia bayangkan akan segera dibutuhkannya. Tapi ternyata, realitanya jauh berbeda.
"Yang saya lihat di internet hanyalah orang-orang memompa ASI dalam jumlah besar, mengisi botol pompa mereka, mengisi teko-teko penuh ASI," kata Wilder. "Saya tidak pernah memompa ASI sebanyak itu dan saya merasa buruk tentang hal itu."
Wilder menyebut dirinya sebagai seorang "just-enougher"—ibu yang memompa secukupnya sesuai kebutuhan bayi. Saat melahirkan anak keduanya, ia memutuskan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa secukupnya saja sudah cukup. Ia membuat video yang memperlihatkan sedikit ASI yang berhasil dipompanya, sambil bernyanyi dengan konyol, dan membagikannya di media sosial. Respons yang ia terima sangat positif; banyak ibu yang merasa lega karena akhirnya ada yang berbagi realita.
Tekanan dari Tren Stok ASIP
Tren berbagi foto stok ASIP beku di media sosial memang bisa memicu tekanan. Banyak ibu yang merasa harus memiliki persediaan sebanyak mungkin, padahal setiap perjalanan menyusui berbeda. Ada yang perlu memompa banyak karena bekerja, ada yang menyusui langsung sepanjang hari, dan ada juga yang hanya menyimpan sedikit sebagai cadangan. Semua itu normal.
Penelitian dalam jurnal Pediatrics oleh Kent dan tim dari University of Western Australia menemukan bahwa volume ASI yang diminum bayi dalam satu sesi sangat bervariasi. Rata-rata sekitar 76 gram, tetapi rentangnya luas tergantung kondisi ibu dan bayi. Jadi, tidak ada standar pasti yang bisa dijadikan patokan.
Berapa Banyak ASIP yang Normal?
Menurut Ann Cha, ahli gizi terdaftar dan konsultan laktasi di Rumah Sakit Anak Philadelphia, produksi ASI setiap ibu memang berbeda. Bayi biasanya minum 25–32 ons susu per hari. Jika seorang ibu memompa secara eksklusif dalam delapan sesi, targetnya sekitar 3–4 ons per sesi. La Leche League menambahkan, ibu yang lebih sering menyusui langsung mungkin hanya menghasilkan kurang dari 2 ons per sesi memompa.
Jumlah ASI yang keluar bisa dipengaruhi oleh:
- Usia bayi
- Frekuensi menyusu langsung
- Jadwal pumping
- Kondisi tubuh ibu
- Tingkat kelelahan dan stres
- Kapasitas penyimpanan payudara
ASI juga cenderung lebih banyak di pagi hari dibanding sore atau malam.
Keberhasilan Menyusui Bukan Soal Stok
Yang terpenting, produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip "semakin sering dikeluarkan, semakin banyak diproduksi". Tanda bahwa bayi cukup ASI bukan dari penuhnya freezer, melainkan dari:
- Berat badan yang bertambah sesuai grafik pertumbuhan
- Bayi tampak puas setelah menyusu
- Frekuensi buang air kecil yang cukup
- Bayi aktif dan responsif
Setiap ibu punya perjuangan masing-masing. Ada yang stok ASIP-nya bertahan berbulan-bulan, ada yang hanya punya beberapa kantong cadangan, bahkan ada yang memompa sesuai kebutuhan harian. Foto-foto di media sosial hanyalah potongan kecil dari perjalanan seseorang.
Jadi, Bunda, jangan jadikan jumlah ASIP orang lain sebagai tolok ukur. Nikmati proses menyusui dengan penuh cinta dan percaya bahwa apa yang Bunda berikan sudah yang terbaik untuk si kecil.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
