Bagi ibu yang masih menyusui anak kecil lalu hamil lagi, muncul pertanyaan besar: apakah tetap boleh menyusui? Pengalaman ini dibagikan oleh Indah Ningtyas, istri komika Rigen Rakelna, yang baru saja melahirkan anak keempat melalui operasi caesar pada 11 Juni 2026. Ia mengaku tetap menyusui putra ketiganya, Nava, selama kehamilan hingga ASI-nya berhenti keluar dengan sendirinya.
Pengalaman Indah: Menyusui sampai ASI Habis
Indah menceritakan bahwa ia tidak langsung berhenti menyusui saat tahu hamil. "Selama ga ada kontraksi kata dokterku aman," tulisnya di Instagram. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan dokter. Namun, karena jarak kehamilan yang dekat—Nava lahir Maret 2025 dan kehamilan keempat terdeteksi awal 2026—produksi ASI-nya perlahan berkurang hingga akhirnya tidak keluar lagi.
Bagaimana Tubuh Menyesuaikan Diri?
Menurut konsultan laktasi Lynnette Hafken, tubuh ibu hamil tetap memproduksi ASI, namun rasanya berubah menjadi kurang manis karena adanya kolostrum. Seiring bertambahnya usia kehamilan, produksi ASI bisa menurun karena energi tubuh lebih difokuskan pada janin. Faktor seperti frekuensi menyusui dan kapasitas penyimpanan ASI juga memengaruhi jumlah yang dihasilkan.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
Meski umumnya aman, menyusui saat hamil memiliki risiko, terutama jika ibu mengalami anemia atau riwayat persalinan prematur. Rangsangan pada puting melepaskan hormon oksitosin yang bisa memicu kontraksi. Oleh karena itu, ibu dengan risiko kelahiran prematur disarankan berhenti menyusui hingga usia kehamilan 37 minggu. Namun, pada kehamilan sehat, risiko ini rendah.
Pandangan Islam tentang Al-Ghiilah
Dalam Islam, menyusui saat hamil dikenal dengan istilah al-ghiilah dan hukumnya boleh. Nabi Muhammad SAW bahkan mengatakan bahwa bangsa Romawi dan Persia melakukannya tanpa membahayakan anak-anak mereka. Hal ini dikuatkan oleh kitab fiqih Kuwait yang menyebut makna al-ghiilah mencakup menyusui saat hamil.
Tips untuk Ibu yang Ingin Menyusui Saat Hamil
- Konsultasikan dengan dokter, bidan, atau konsultan laktasi terlebih dahulu.
- Perhatikan asupan nutrisi, terutama zat besi, untuk mencegah anemia.
- Jika muncul kontraksi atau nyeri, segera hentikan sementara dan konsultasi.
- Prioritaskan menyusui bayi baru lahir jika sudah melahirkan, untuk memastikan asupan ASI cukup.
Setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh dan mendapatkan saran medis yang tepat. Dengan begitu, ibu bisa menjalani peran ganda sebagai ibu menyusui dan ibu hamil dengan aman.
Penulis dan kontributor di NaraCerita.com.
Suka artikel ini?
Dapatkan tips parenting pilihan langsung ke email Anda setiap minggu.
