Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

kehamilan

Berita dan Informasi kehamilan

11 artikel ditampilkan

Kisah Audy Item Hamil di Usia 43, Diet Jadi Kunci Kehamilan Ketiga
Kesehatan Keluarga

Kisah Audy Item Hamil di Usia 43, Diet Jadi Kunci Kehamilan Ketiga

Kabar gembira menyelimuti keluarga Audy Item dan Iko Uwais. Setelah dikaruniai dua putri, kini mereka kembali mendapat titipan buah hati ketiga. Melalui unggahan di Instagram, Audy membagikan momen bahagia sambil memegang hasil USG bersama suami dan kedua putrinya.“Kami pikir keluarga kami sudah lengkap. Lalu Tuhan mengingatkan kami kalau cinta akan selalu memiliki ruang untuk terus tumbuh,” tulis Audy dalam caption videonya. Kehamilan ini juga menjadi kado istimewa di hari ulang tahun pernikahan ke-14 yang mereka rayakan pada 25 Juni lalu.Perjalanan Diet yang Membawa BerkahSebelum kabar bahagia ini terkuak, Audy sempat membagikan perjalanan dietnya di media sosial. Ia didampingi oleh dokter diet ternama, dr. Cissie Nugraha. Selama sebulan terakhir, pelantun lagu “Menangis Semalam” ini fokus menurunkan berat badan dan tampak lebih langsing.Dr. Cissie pun turut bersuka cita. Dalam unggahannya, ia menulis, “Awalnya datang ke klinik mau langsing… eh dapat bonus dede bayi. Syukurlaaah ya Audy setelah penantian panjang. Gusti Allah Mahaaa Baikkk…”Audy pun membalas, “Alhamdulillah terima kasih dokter karena tubuh ky disehatin jadi diberi titipan lagi dari Tuhan.” Menurut dr. Cissie, banyak pasien yang justru mendapat momongan setelah menjalani program penurunan berat badan karena metabolisme tubuh membaik.Hubungan Berat Badan dan KesuburanKisah Audy membuktikan bahwa berat badan ideal berperan penting dalam kesuburan. Menurut ahli endokrinologi reproduksi, Annette Lee, MD, perempuan dengan obesitas cenderung memiliki kemungkinan implantasi embrio lebih rendah dan risiko keguguran lebih tinggi. Sebaliknya, berat badan terlalu rendah bisa mengganggu ovulasi bahkan menghentikan siklus haid.Dr. Sheila Ramgopal, spesialis kandungan, menambahkan, “Berat badan memengaruhi cara hormon dilepaskan dan diatur di semua tingkat tubuh, mulai dari otak hingga organ reproduksi.”Untuk mencapai berat badan ideal, pola makan bergizi seimbang sangat dianjurkan, terdiri dari karbohidrat, sayuran, kacang-kacangan, buah, dan protein. Selain itu, aktivitas fisik seperti jalan kaki, naik turun tangga, atau latihan beban juga penting. Audy sendiri rutin berolahraga di gym, bahkan bersama sang suami.Tips untuk Bunda yang Sedang PromilKonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk program diet yang sesuai.Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari.Lakukan olahraga ringan hingga sedang secara teratur.Jaga berat badan agar tetap ideal, tidak terlalu kurus atau gemuk.Jangan ragu untuk meminta dukungan pasangan dalam menjalani pola hidup sehat.Semoga kisah Audy Item bisa menjadi inspirasi bagi Bunda yang sedang menanti kehadiran buah hati. Dengan menjaga kesehatan dan berat badan ideal, keajaiban bisa datang kapan saja.

Redaksi-29 Juni 2026
Menyusui Saat Hamil, Apakah Aman untuk Ibu dan Janin?
Kesehatan Keluarga

Menyusui Saat Hamil, Apakah Aman untuk Ibu dan Janin?

Bagi ibu yang masih menyusui anak kecil lalu hamil lagi, muncul pertanyaan besar: apakah tetap boleh menyusui? Pengalaman ini dibagikan oleh Indah Ningtyas, istri komika Rigen Rakelna, yang baru saja melahirkan anak keempat melalui operasi caesar pada 11 Juni 2026. Ia mengaku tetap menyusui putra ketiganya, Nava, selama kehamilan hingga ASI-nya berhenti keluar dengan sendirinya.Pengalaman Indah: Menyusui sampai ASI HabisIndah menceritakan bahwa ia tidak langsung berhenti menyusui saat tahu hamil. "Selama ga ada kontraksi kata dokterku aman," tulisnya di Instagram. Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan dokter. Namun, karena jarak kehamilan yang dekat—Nava lahir Maret 2025 dan kehamilan keempat terdeteksi awal 2026—produksi ASI-nya perlahan berkurang hingga akhirnya tidak keluar lagi.Bagaimana Tubuh Menyesuaikan Diri?Menurut konsultan laktasi Lynnette Hafken, tubuh ibu hamil tetap memproduksi ASI, namun rasanya berubah menjadi kurang manis karena adanya kolostrum. Seiring bertambahnya usia kehamilan, produksi ASI bisa menurun karena energi tubuh lebih difokuskan pada janin. Faktor seperti frekuensi menyusui dan kapasitas penyimpanan ASI juga memengaruhi jumlah yang dihasilkan.Risiko yang Perlu DipertimbangkanMeski umumnya aman, menyusui saat hamil memiliki risiko, terutama jika ibu mengalami anemia atau riwayat persalinan prematur. Rangsangan pada puting melepaskan hormon oksitosin yang bisa memicu kontraksi. Oleh karena itu, ibu dengan risiko kelahiran prematur disarankan berhenti menyusui hingga usia kehamilan 37 minggu. Namun, pada kehamilan sehat, risiko ini rendah.Pandangan Islam tentang Al-GhiilahDalam Islam, menyusui saat hamil dikenal dengan istilah al-ghiilah dan hukumnya boleh. Nabi Muhammad SAW bahkan mengatakan bahwa bangsa Romawi dan Persia melakukannya tanpa membahayakan anak-anak mereka. Hal ini dikuatkan oleh kitab fiqih Kuwait yang menyebut makna al-ghiilah mencakup menyusui saat hamil.Tips untuk Ibu yang Ingin Menyusui Saat HamilKonsultasikan dengan dokter, bidan, atau konsultan laktasi terlebih dahulu.Perhatikan asupan nutrisi, terutama zat besi, untuk mencegah anemia.Jika muncul kontraksi atau nyeri, segera hentikan sementara dan konsultasi.Prioritaskan menyusui bayi baru lahir jika sudah melahirkan, untuk memastikan asupan ASI cukup.Setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh dan mendapatkan saran medis yang tepat. Dengan begitu, ibu bisa menjalani peran ganda sebagai ibu menyusui dan ibu hamil dengan aman.

Redaksi-29 Juni 2026
Pesona Glowing Para Artis yang Hamil Anak Pertama
Gaya Hidup

Pesona Glowing Para Artis yang Hamil Anak Pertama

Kehamilan pertama adalah babak baru yang penuh kebahagiaan, dan para selebriti Indonesia ini berhasil mencuri perhatian dengan penampilan glowing dan outfit yang tetap modis. Yuk, intip pesona mereka yang bikin kita semua terinspirasi!Shenina Cinnamon: Simpel EleganShenina Cinnamon tampil memukau dengan gaun longgar berbahan lembut yang nyaman di perut. Pilihan warna pastel dan aksesori minimalis membuatnya terlihat anggun tanpa usaha berlebih.Adinda Thomas: Chic dan SportyAdinda Thomas memadukan atasan oversized dengan celana kulot untuk tampilan santai namun tetap stylish. Sneakers putih favoritnya jadi pelengkap sempurna untuk aktivitas sehari-hari.Raline Shah: Glamour ala Red CarpetRaline Shah membuktikan bahwa ibu hamil juga bisa tampil glamor. Gaun maxi dengan potongan empire waist dan detail renda membuatnya bersinar di acara formal.Pevita Pearce: Bohemian VibesPevita Pearce memilih dress bermotif floral dan aksesori etnik untuk tampilan bohemian yang fresh. Rambut dibiarkan terurai natural menambah kesan santai.Bunga Citra Lestari: Modern MinimalisBunga Citra Lestari tampil dengan setelan blazer longgar dan celana palazzo. Warna netral seperti beige dan putih menjadi andalannya untuk tampil profesional namun tetap nyaman.Para artis ini mengajarkan kita bahwa kehamilan bukan halangan untuk tetap tampil menawan. Kuncinya adalah memilih busana yang nyaman, sesuai bentuk tubuh, dan tak lupa menambahkan aksesori sederhana. Jadi, Bunda, siap tampil glowing ala selebriti?

Redaksi-29 Juni 2026
Manfaat dan Risiko Acai Berry untuk Ibu Hamil, Plus Resep Sehat
Kesehatan Keluarga

Manfaat dan Risiko Acai Berry untuk Ibu Hamil, Plus Resep Sehat

Buah acai berry, si kecil ungu dari Amazon, memang sedang naik daun sebagai superfood. Kandungan antioksidannya yang tinggi membuat banyak orang tertarik untuk menjadikannya bagian dari menu harian. Tapi, bagaimana dengan ibu hamil? Apakah aman? Yuk, kita bahas tuntas.Amankah Acai Berry untuk Ibu Hamil?Secara umum, mengonsumsi buah acai berry utuh atau dalam bentuk bubur beku tanpa pemanis dalam jumlah wajar dianggap aman untuk ibu hamil. Namun, perlu diingat bahwa penelitian klinis tentang efeknya pada kehamilan masih terbatas. Kuncinya adalah konsumsi dalam jumlah sedang dan perhatikan cara pengolahannya.Kekhawatiran utama sebenarnya bukan pada buahnya, melainkan pada produk olahannya. Banyak produk acai berry di pasaran, seperti jus atau smoothie kemasan, yang mengandung tambahan gula tinggi atau tidak dipasteurisasi. Bubuk acai juga berpotensi terkontaminasi logam berat, dan suplemennya mungkin mengandung ekstrak herbal yang belum teruji keamanannya untuk ibu hamil.Oleh karena itu, jika ingin mengonsumsi acai berry saat hamil, pilihlah produk yang minimal proses, seperti puree beku tanpa pemanis. Hindari suplemen, dan selalu diskusikan dengan dokter kandungan Anda.7 Manfaat Acai Berry untuk Ibu HamilMenjaga Kesehatan Jantung: Kandungan lemak tak jenuh dan sterol tumbuhan dalam acai berry mendukung fungsi kardiovaskular yang sehat.Meredakan Sembelit: Serat tinggi dalam acai berry membantu melancarkan pencernaan, masalah umum selama kehamilan.Sumber Lemak Sehat: Lemak sehat sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf janin.Memberi Energi Tanpa Gula Berlebih: Acai rendah gula, sehingga aman untuk menjaga energi tanpa lonjakan gula darah.Kaya Vitamin A: Vitamin A esensial untuk pertumbuhan mata, sistem kekebalan, dan organ bayi.Sumber Zat Besi: Membantu memenuhi kebutuhan zat besi yang meningkat selama kehamilan untuk mencegah anemia.Antioksidan Tinggi: Melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, baik untuk ibu maupun janin.Risiko dan Efek Samping yang Perlu DiwaspadaiMeski aman dalam jumlah wajar, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai:Produk acai yang tidak dipasteurisasi berisiko mengandung parasit penyebab penyakit Chagas.Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi.Beberapa produk olahan mengandung gula tambahan yang tidak baik untuk kehamilan.Acai dapat mengganggu hasil MRI, jadi informasikan ke dokter jika Anda menjalani pemeriksaan ini.Resep Sehat: Bubur Acai GranolaNikmati acai berry dengan cara yang aman dan lezat. Berikut resep sederhana:Bahan-bahan:100 gram puree acai beku tanpa pemanis1 buah pisang matang, beku1/4 cangkir susu murni atau susu oatTopping: granola, irisan pisang segar, dan sedikit madu (opsional)Cara membuat:Blender puree acai, pisang beku, dan susu hingga halus dan creamy.Tuang ke dalam mangkuk.Tambahkan topping granola, irisan pisang, dan madu sesuai selera.Sajikan segera.Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa tetap menikmati manfaat acai berry tanpa khawatir. Selalu utamakan keamanan dan konsultasi dengan dokter sebelum menambahkan makanan baru ke dalam menu kehamilan Anda.

Redaksi-29 Juni 2026
Kaki Bengkak di Usia Kandungan 9 Bulan, Normalkah?
Kesehatan Keluarga

Kaki Bengkak di Usia Kandungan 9 Bulan, Normalkah?

Kaki dan pergelangan yang membesar di usia kehamilan 9 bulan seringkali menimbulkan kekhawatiran. Sebagian ibu hamil mengira ini adalah sinyal bahwa si kecil akan segera lahir. Namun, menurut para ahli, kondisi ini umumnya adalah bagian normal dari proses kehamilan, bukan indikator langsung persalinan.Apa Itu Edema Kehamilan?Edema atau pembengkakan terjadi ketika cairan menumpuk di jaringan tubuh. Selama hamil, terutama di trimester akhir, kaki, pergelangan kaki, betis, bahkan jari tangan bisa membengkak. Ini terjadi karena tubuh menyimpan lebih banyak cairan untuk mendukung pertumbuhan janin. Sebuah studi menyebutkan bahwa dua dari tiga ibu hamil mengalami edema yang cukup terlihat. Kabar baiknya, pembengkakan ringan hingga sedang justru menandakan aliran darah yang baik ke rahim dan plasenta.Mengapa Kaki Bengkak Semakin Parah di Usia 9 Bulan?Beberapa faktor utama menyebabkan kaki bengkak di akhir kehamilan:Tekanan rahim: Rahim yang membesar menekan pembuluh darah vena di panggul, memperlambat aliran darah dari kaki ke jantung. Akibatnya, cairan lebih mudah merembes ke jaringan kaki.Perubahan hormon: Hormon progesteron membuat pembuluh darah lebih rileks dan melebar, sehingga darah lebih banyak tertahan di area kaki.Retensi cairan: Tubuh ibu hamil secara alami menahan cairan ekstra, bahkan bisa menambah berat badan hingga 1–1,5 kg hanya dari cairan.Pengaruh gravitasi: Terlalu lama berdiri atau duduk memperparah pembengkakan karena gravitasi menarik cairan ke bawah.Setelah melahirkan, pembengkakan justru bisa makin terlihat selama beberapa hari pertama karena tubuh mulai membuang kelebihan cairan melalui urine dan keringat. Ini adalah proses normal yang bisa berlangsung hingga satu atau dua minggu.Kapan Harus Waspada?Meski umumnya normal, ada kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Segera hubungi dokter jika Bunda mengalami:Pembengkakan mendadak di wajah, tangan, atau kakiSakit kepala berat atau nyeri tumpul yang tak kunjung hilangPerubahan penglihatan (kabur, melihat kilatan cahaya, atau bintik-bintik)Nyeri hebat di bawah tulang rusukMual atau muntahTekanan darah tinggiNyeri ulu hati yang tidak membaik dengan antasidaGejala-gejala di atas bisa menjadi tanda preeklamsia, komplikasi kehamilan serius. Selain itu, jika salah satu kaki atau lengan bengkak lebih parah dari sisi lain, disertai nyeri, kemerahan, atau rasa hangat, segera cari pertolongan karena ini bisa menandakan adanya bekuan darah (trombosis vena dalam).Tips Meredakan Kaki Bengkak Selama HamilUntungnya, ada banyak cara sederhana untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat edema. Cobalah langkah-langkah berikut:Kurangi berdiri terlalu lama: Jika pekerjaan mengharuskan berdiri, usahakan duduk sejenak setiap 30 menit.Tidur miring ke kiri: Posisi ini mengurangi tekanan pada vena besar (vena kava) sehingga aliran darah dari kaki lebih lancar.Gunakan stoking kompresi: Stoking khusus ini membantu mendorong darah kembali ke jantung. Konsultasikan dulu dengan dokter untuk ukuran yang tepat.Berdiri atau berjalan di kolam renang: Tekanan air membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan sensasi nyaman.Kenakan pakaian longgar: Hindari pakaian ketat yang menghambat sirkulasi, terutama di area pinggang, pergelangan tangan, dan kaki.Olahraga ringan setiap hari: Jalan santai atau senam hamil dapat melancarkan peredaran darah.Minum banyak air: Meski terdengar kontraproduktif, minum cukup air justru membantu ginjal membuang kelebihan cairan dan garam.Konsumsi makanan sehat: Kurangi garam dan perbanyak makanan kaya protein serta kalium seperti pisang dan sayuran hijau.Pijat lembut: Pijat kaki dengan gerakan ke arah jantung dapat membantu mengurangi penumpukan cairan. Hindari tekanan terlalu kuat.Lakukan peregangan kaki: Gerakan memutar pergelangan kaki atau mengangkat kaki secara rutin membantu sirkulasi.Tinggikan posisi kaki: Saat duduk atau tidur, ganjal kaki dengan bantal agar posisinya lebih tinggi dari pinggul.Pembengkakan kaki di usia kehamilan 9 bulan memang bisa membuat tidak nyaman, tetapi dengan perawatan yang tepat, Bunda bisa melewati masa ini dengan lebih tenang. Ingatlah bahwa kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik setelah bayi lahir. Jika ada keraguan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan.

Redaksi-27 Juni 2026
Hati-Hati, Sering Membungkuk saat Hamil Muda Bisa Berbahaya
Kesehatan Keluarga

Hati-Hati, Sering Membungkuk saat Hamil Muda Bisa Berbahaya

Selama hamil, banyak hal yang perlu diperhatikan, termasuk posisi tubuh saat beraktivitas. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menemukan bahwa kebiasaan membungkuk, terutama di tempat kerja, bisa meningkatkan risiko keguguran. Studi ini melibatkan lebih dari 800.000 kehamilan di Denmark dan menganalisis data dari tahun 2004 hingga 2018.Bagaimana Studi Ini Dilakukan?Peneliti dari Bispebjerg Hospital dan University of Copenhagen menggunakan alat pelacak aktivitas serta penilaian ahli untuk mengukur waktu yang dihabiskan ibu hamil untuk berdiri, berjalan, dan membungkuk dengan sudut 30 derajat atau lebih. Hasilnya? Setiap jam tambahan membungkuk ke depan dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran hingga 36 persen. Sementara itu, berjalan dan berdiri juga meningkatkan risiko, masing-masing sebesar 18 persen dan 3 persen.Apa Kata Ahli?Meski temuan ini cukup mengkhawatirkan, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Profesor Asma Khalil dari City St George's, University of London, menekankan bahwa gerakan biasa seperti membungkuk tidak selalu berbahaya. Namun, ia setuju bahwa ada pola peningkatan risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika dilakukan dalam waktu lama.“Mekanisme pastinya belum jelas, tapi mungkin terkait dengan gangguan sirkulasi darah ke plasenta atau perubahan hormonal,” ujar tim peneliti. Mereka juga menambahkan bahwa faktor lain seperti merokok atau pekerjaan fisik berat belum bisa dikesampingkan.Tips Aman Membungkuk saat HamilSebenarnya, membungkuk saat hamil tidak dilarang total. Kuncinya adalah melakukannya dengan benar. The US National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menyarankan untuk membungkuk dari sendi pinggul, bukan dari tulang belakang. Berikut panduan berdasarkan trimester:Trimester pertama: Janin masih kecil, jadi membungkuk umumnya aman. Namun, jika ada komplikasi, sebaiknya kurangi frekuensinya.Trimester kedua: Masih boleh, tapi mungkin terasa tidak nyaman. Dengarkan tubuh Bunda.Trimester ketiga: Perut besar menggeser pusat gravitasi, sehingga risiko jatuh lebih tinggi. Hindari membungkuk jika tidak perlu.Selain itu, pastikan Bunda tidak mengangkat beban berat saat membungkuk. Jika pekerjaan menuntut banyak gerakan membungkuk, coba atur ulang area kerja atau minta bantuan rekan kerja.Studi ini memang belum menjadi pedoman mutlak, tapi setidaknya jadi pengingat untuk lebih memperhatikan postur tubuh selama kehamilan. Yang terpenting, jangan panik dan selalu konsultasikan dengan dokter jika ada kekhawatiran.

Redaksi-26 Juni 2026
Aman Nggak Sih Terbang Saat Hamil 8 Bulan? Ini Tips dari Ahli
Kesehatan Keluarga

Aman Nggak Sih Terbang Saat Hamil 8 Bulan? Ini Tips dari Ahli

Belum lama ini, Usha Vance, istri Wakil Presiden AS yang sedang hamil 8 bulan, terlihat melakukan perjalanan internasional ke Swiss. Momen ini memicu pertanyaan: sebenarnya amankah terbang saat usia kehamilan sudah memasuki trimester akhir?Pendapat Ahli soal Terbang saat Hamil 8 BulanMenurut CDC dan The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perjalanan udara sesekali umumnya aman untuk ibu hamil tanpa komplikasi obstetri atau medis. Namun, keduanya menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum bepergian, terutama di akhir kehamilan.Sebagian besar maskapai penerbangan mengizinkan ibu hamil terbang hingga usia kehamilan 36 minggu, meski beberapa memerlukan surat keterangan dokter setelah 28 minggu, khususnya untuk penerbangan internasional atau jarak jauh.Kenapa Usia 8 Bulan Dianggap Lebih Berisiko?Trimester ketiga membawa risiko persalinan prematur yang lebih tinggi dibanding awal kehamilan. Selain itu, duduk lama di pesawat bisa menyebabkan pembengkakan, kelelahan, dan meningkatkan risiko penggumpalan darah (deep vein thrombosis/DVT). Meski risiko absolutnya rendah pada kehamilan sehat, tetap perlu kewaspadaan ekstra.Tips Aman Terbang untuk Ibu Hamil Trimester AkhirBiar perjalanan tetap nyaman dan aman, ikuti tips berikut:Konsultasi ke dokter sebelum berangkat dan minta surat keterangan medis jika diperlukan.Pilih kursi lorong agar mudah ke toilet dan bisa sering berdiri.Kenakan stoking kompresi untuk melancarkan sirkulasi darah.Gerakkan kaki dan pergelangan kaki secara teratur, serta berjalan-jalan di kabin setiap 30-45 menit.Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi karena kelembapan kabin rendah.Hindari makanan yang menyebabkan kembung seperti kacang-kacangan, kubis, brokoli, dan minuman berkarbonasi.Kencangkan sabuk pengaman di bawah perut dan tetap kencang selama penerbangan.Bawa camilan sehat seperti buah, biskuit gandum, atau selai kacang.Dengan persiapan yang matang, perjalanan udara di usia kehamilan 8 bulan tetap bisa aman dan menyenangkan. Yang terpenting, selalu dengarkan kondisi tubuh dan konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan bepergian.

Redaksi-25 Juni 2026
Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya
Kesehatan Keluarga

Wangi Parfum Berubah Saat Hamil? Ini Penyebabnya

Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk pada indra penciuman. Wangi parfum yang dulu Bunda sukai bisa tiba-tiba terasa berbeda, bahkan membuat tidak nyaman. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini?Hormon Kehamilan yang Mempengaruhi PenciumanPerubahan persepsi bau ini terutama terjadi di trimester pertama, saat hormon kehamilan melonjak drastis. Berikut tiga hormon utama yang berperan:1. Human Chorionic Gonadotropin (hCG)Hormon ini adalah penanda kehamilan yang terdeteksi oleh tespek. hCG diproduksi oleh plasenta untuk mendukung perkembangan janin. Menariknya, hCG memiliki reseptor di sistem saraf pusat yang bisa memicu rasa mual. Saat mual, indra penciuman jadi lebih sensitif, sehingga aroma parfum yang dulu disukai bisa berubah menjadi pemicu rasa tidak nyaman.2. EstrogenEstrogen berfluktuasi selama kehamilan dan memiliki reseptor di seluruh sistem saraf, termasuk di hidung. Saat kadar estrogen naik, Bunda bisa mencium aroma lebih kuat. Sayangnya, intensitas ini kadang terasa berlebihan dan memicu mual.3. ProgesteronHormon ini meningkat selama kehamilan untuk menebalkan dinding rahim. Meski pengaruhnya tidak sekuat estrogen atau hCG, progesteron juga berkontribusi pada perubahan penciuman melalui efeknya pada sistem saraf pusat.Perubahan hormon ini membuat tubuh Bunda berada dalam 'mode siaga tinggi' untuk melindungi diri dan janin. Akibatnya, indra penciuman jadi lebih tajam, terutama terhadap bau-bau yang dianggap potensial berbahaya.Fenomena ini biasanya bersifat sementara. Seiring kehamilan berjalan, sensitivitas penciuman bisa kembali normal. Namun, jika aroma tertentu memicu mual berlebihan, tidak ada salahnya untuk menghindarinya sementara waktu.Semoga informasi ini membantu Bunda memahami perubahan yang terjadi. Tetaplah nyaman dan nikmati setiap fase kehamilan!

Redaksi-25 Juni 2026
Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal karena Harus Jalan Kaki saat Kontraksi
Kesehatan Keluarga

Ibu Hamil 7 Bulan Meninggal karena Harus Jalan Kaki saat Kontraksi

Kisah tragis menimpa Mamta Kushwaha, seorang ibu hamil tujuh bulan di kota Jabalpur, India. Ia meninggal dunia setelah berjalan kaki hampir satu kilometer untuk mencapai transportasi karena jalan menuju rumahnya rusak parah. Saat itu, tidak ada pengemudi yang mau melewati daerah tersebut akibat kondisi jalan yang sangat buruk.Kronologi KejadianMamta sudah mengalami kontraksi persalinan sebelum berjalan kaki. Seorang petugas kesehatan mengantarnya berjalan kaki sejauh hampir satu kilometer hingga ke jalan utama. Dari sana, ia dibawa ke Elgin Hospital menggunakan becak motor sewaan. Namun, kondisinya memburuk dan ia mengalami kesulitan bernapas parah.Dokter kemudian merujuknya ke Netaji Subhash Chandra Bose Medical College Hospital, di mana ia dirawat dengan ventilator. Sayangnya, upaya medis tidak membuahkan hasil. Mamta dan bayinya meninggal dunia selama perawatan.Investigasi dan Temuan AwalKepala petugas medis Naveen Kothari mengatakan bahwa petugas seharusnya menghubungi layanan ambulans, bukan menggunakan transportasi lain. Investigasi sedang dilakukan untuk menyoroti protokol darurat. Jika terbukti ada kelalaian, tindakan lanjutan akan diambil.Temuan awal menunjukkan Mamta telah melakukan pemeriksaan kehamilan dua kali selama bulan tersebut. Namun, pendaftaran kehamilannya tertunda hampir empat bulan karena ia menghabiskan waktu di luar kota.Pentingnya Penanganan Kontraksi di Usia 7 BulanKontraksi di usia 7 bulan bisa menjadi tanda persalinan prematur. Penanganan cepat sangat penting untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Persalinan prematur terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu dan dapat menyebabkan komplikasi seperti kesulitan bernapas atau berat badan lahir rendah.Penanganan meliputi istirahat total, cairan intravena, dan obat-obatan untuk menunda persalinan. Jika tidak berhasil, obat diberikan untuk mematangkan paru-paru janin.Tanda-tanda Persalinan Prematur yang Perlu DiwaspadaiEmpat kontraksi atau lebih dalam satu jam, tidak hilang dengan perubahan posisiNyeri punggung bawah yang hilang timbulKram perut bagian bawah seperti kembungTekanan di panggul atau vaginaKram seperti menstruasi yang terus-menerusPeningkatan keputihan atau lendir bercampur darahKeluarnya cairan dari vagina (kemungkinan ketuban)Perdarahan vaginaMual dan muntahPenurunan gerakan janinJika gejala tidak hilang dalam satu jam atau terasa parah, segera periksakan diri ke dokter.

Redaksi-25 Juni 2026
Momen Manis Adinda Thomas dan Raka Akmal Sambut Si Buah Hati
Keluarga

Momen Manis Adinda Thomas dan Raka Akmal Sambut Si Buah Hati

Menjelang kelahiran sang buah hati, Adinda Thomas dan Raka Akmal semakin sering menunjukkan kemesraan mereka di media sosial. Beberapa waktu lalu, Adinda mengunggah serangkaian foto romantis bersama suami tercinta. Dalam foto-foto tersebut, keduanya terlihat kompak dan penuh kebahagiaan.Dukungan Penuh Sang SuamiAdinda tak ragu memuji Raka Akmal yang dinilai sangat siaga selama proses kehamilan. Menurutnya, Raka selalu ada di setiap momen penting, mulai dari kelas prenatal hingga persiapan kelahiran. "Dia selalu siap sedia, bahkan ikut kelas newborn care bersama," ujar Adinda dalam keterangannya.Babymoon dan TasyakuranSebelumnya, pasangan ini juga sempat melakukan babymoon di Jepang. Potret mereka di negeri sakura pun sukses mencuri perhatian. Tak hanya itu, Adinda dan Raka juga menggelar acara syukuran empat bulanan serta gender reveal yang intim. Kabar bahagia datang saat mereka mengumumkan akan dikaruniai bayi laki-laki.Pesona Adinda yang Makin GlowingSelama hamil, Adinda Thomas tampak semakin cantik dan glowing. Ia kerap membagikan foto baby bump yang membuat penggemar gemas. Dukungan dari keluarga dan suami disebut-sebut menjadi kunci kebahagiaannya.Menjelang hari kelahiran, doa dan harapan terbaik pun terus mengalir untuk pasangan ini. Semoga persalinan berjalan lancar dan buah hati mereka tumbuh sehat, ya Bunda.

Redaksi-25 Juni 2026
Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Menyerang Ibu Hamil Tertentu?
Kesehatan Keluarga

Mengapa Diabetes Gestasional Hanya Menyerang Ibu Hamil Tertentu?

Diabetes gestasional adalah kondisi di mana kadar gula darah meningkat selama kehamilan. Kondisi ini hanya terjadi pada sebagian ibu hamil, dan biasanya hilang setelah melahirkan. Namun, mengapa ada ibu hamil yang mengalaminya sementara yang lain tidak?Peran Hormon KehamilanSelama kehamilan, plasenta melepaskan hormon yang dapat membuat sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Ini normal karena membantu menyediakan nutrisi bagi janin. Namun, pada beberapa ibu, resistensi insulin menjadi terlalu tinggi, sehingga gula darah tetap tinggi dan menyebabkan diabetes gestasional.“Ketidakseimbangan hormon plasenta menjadi pemicu utama,” jelas seorang pakar dari University of Newcastle. Jika hormon-hormon ini tidak bekerja optimal, risiko diabetes gestasional meningkat.Faktor GenetikGenetik juga memainkan peran penting. Ibu hamil dengan riwayat keluarga diabetes tipe 2, terutama orang tua atau saudara kandung, memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, etnis tertentu juga lebih rentan karena variasi gen yang memengaruhi fungsi hormon insulin.“Mutasi kecil pada gen hormon bisa membuat hormon tidak bekerja efektif,” tambah pakar tersebut.Pengaruh Gaya HidupMemulai kehamilan dengan berat badan berlebih atau kenaikan berat badan yang cepat di trimester awal meningkatkan risiko diabetes gestasional. Meskipun perubahan gaya hidup seperti diet dan olahraga membantu, efektivitasnya terbatas jika berat badan sudah berlebih.“Menjaga kesehatan tetap dianjurkan, karena dapat meminimalkan dampak pada bayi,” ujar sang pakar.Tips PencegahanLangkah terbaik adalah mengoptimalkan kesehatan sebelum hamil. Setelah hamil, fokus pada manajemen kenaikan berat badan yang sehat, bukan menurunkan berat badan. Konsultasi dengan dokter untuk memantau gula darah dan menjalani pola hidup seimbang sangat disarankan.Dengan memahami faktor-faktor ini, ibu hamil dapat lebih waspada dan mengambil langkah preventif untuk kehamilan yang sehat.

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita