Media Parenting & Keluarga Indonesia
NaraCerita.com
Tag

parenting

Berita dan Informasi parenting

15 artikel ditampilkan

Kata-Kata Ajaib yang Bikin Anak Makin Pintar
Keluarga

Kata-Kata Ajaib yang Bikin Anak Makin Pintar

Membesarkan anak cerdas tidak selalu tentang les tambahan atau mainan edukatif. Terkadang, hal paling sederhana seperti pilihan kata yang kita ucapkan setiap hari justru punya dampak besar. Psikolog dan pakar tumbuh kembang anak sepakat bahwa kebiasaan bicara orang tua bisa membentuk cara berpikir anak.Nah, berikut ini beberapa kalimat yang sering didengar oleh anak-anak yang tumbuh menjadi pribadi cerdas. Bukan cuma soal IQ, tapi juga kecerdasan emosional dan sosial.1. "Menurut kamu, kenapa bisa begitu?"Alih-alih langsung memberi jawaban, ajak anak berpikir sendiri. Pertanyaan sederhana ini melatih kemampuan analisis sejak dini. Anak jadi terbiasa mencari sebab-akibat dan tidak sekadar menerima informasi mentah-mentah.2. "Ayo, kita lakukan bareng-bareng"Kerja sama adalah skill penting. Saat Anda mengajak anak melakukan sesuatu bersama, ia belajar menghargai pendapat orang lain dan menyelesaikan masalah secara tim. Ini jadi bekal berharga untuk masa depannya.3. "Coba dipikir dulu, ya"Jangan buru-buru membantu saat anak menemui kesulitan. Beri ia waktu untuk merenung. Kebiasaan ini melatih anak untuk tidak impulsif dan lebih bijak dalam mengambil keputusan.4. "Yuk, baca buku!"Penelitian menunjukkan bahwa anak yang rutin dibacakan buku memiliki kosakata dan pemahaman bacaan yang lebih baik. Ini investasi jangka panjang yang tak ternilai.5. "Gak apa-apa kok salah"Kesalahan adalah bagian dari belajar. Dengan mengatakan ini, Anda mengajarkan anak untuk tidak takut gagal dan terus mencoba. Mentalitas ini penting untuk inovasi dan kreativitas.6. "Coba ceritain"Mengajak anak bicara tentang apa yang ia rasakan atau pikirkan membantu mengorganisir pikirannya. Semakin sering ia menjelaskan sesuatu, semakin terasah pula kemampuan komunikasinya.7. "Santai aja, pelan-pelan"Anak cerdas tidak terburu-buru. Mereka tahu kapan harus berhenti dan berpikir. Kata-kata ini mengajarkan mindfulness dan pengendalian diri.8. "Belum tentu cuma satu jawaban"Dunia tidak hitam-putih. Dengan mengatakan ini, Anda membuka wawasan anak bahwa banyak perspektif dalam setiap masalah. Ini menumbuhkan fleksibilitas berpikir.9. "Pertanyaan yang bagus!"Ketika anak bertanya, jangan sepelekan. Apresiasi rasa ingin tahunya. Ini mendorong anak untuk terus bertanya dan mengeksplorasi hal baru.10. "Kita bisa bahas ini sama-sama"Beri ruang bagi anak untuk mendiskusikan topik apa pun, termasuk yang rumit. Lingkungan yang terbuka untuk dialog membuat anak merasa aman dan didengar, yang penting untuk perkembangan otaknya.Jadi, mulai sekarang perhatikan kata-kata Anda. Sebuah kalimat sederhana bisa menjadi kunci bagi si kecil untuk tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berkarakter.

Redaksi-29 Juni 2026
Ciptakan Kenangan Indah Bersama Anak dengan Nutrisi dan Kehadiran Penuh Orang Tua
Kesehatan Keluarga

Ciptakan Kenangan Indah Bersama Anak dengan Nutrisi dan Kehadiran Penuh Orang Tua

Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Namun, tak jarang kita terjebak pada anggapan bahwa kebahagiaan anak identik dengan mainan baru atau barang-barang mahal. Padahal, yang paling membekas dalam ingatan anak adalah momen kebersamaan dan kehangatan yang tercipta bersama orang tua.Pentingnya Kehadiran Fisik dan EmosionalPsikolog keluarga Rayna Winata menegaskan bahwa anak akan tumbuh optimal saat mereka merasa aman, nyaman, dan ditemani. Kehadiran orang tua secara fisik dan emosional di setiap tahap perkembangan anak menjadi fondasi penting untuk membentuk kenangan indah.“Anak-anak akan berkembang dengan baik ketika mereka dipeluk, ditemani, dan dipahami,” ujar Rayna dalam sebuah acara talkshow interaktif yang digelar baru-baru ini.Nutrisi sebagai Fondasi Tumbuh KembangSelain kehadiran, nutrisi juga memegang peran vital. Asupan gizi yang cukup membantu anak lebih berani bereksplorasi, menjaga mood tetap baik, dan siap belajar hal-hal baru. Nutrisi yang tepat menjadi fondasi agar anak bisa berkembang secara optimal.Tips Menciptakan Momen BerkualitasRayna menyarankan para orang tua untuk melakukan special time bersama anak, yaitu waktu khusus selama 15-30 menit, sekitar tiga kali dalam seminggu. Waktu ini bisa diisi dengan aktivitas sederhana seperti bermain, membaca buku, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan gadget.Seorang ibu dan momfluencer Venny Alawiyah berbagi pengalaman tentang pentingnya kualitas waktu. “Tantangan terbesar adalah waktu. Kita hadir di depan anak, tapi justru sibuk dengan gadget. Yang perlu kita berikan adalah waktu yang berkualitas,” katanya.Venny rutin melibatkan putrinya, Verecia, saat membuat bekal pagi hari. Kegiatan sederhana ini ternyata mempererat hubungan mereka sekaligus mengajarkan anak tentang makanan sehat.Mengatasi Anak Picky EaterBagi anak yang pilih-pilih makanan, kreativitas orang tua sangat dibutuhkan. Venny menggabungkan makanan yang disukai anak dengan bahan bernutrisi agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.Dengan kehadiran penuh dan nutrisi yang tepat, setiap langkah kecil bersama anak akan menjadi kenangan indah yang dikenang sepanjang masa.

Redaksi-27 Juni 2026
Kabar Bahagia: 6 Artis Hollywood yang Sedang Hamil di 2026
Kesehatan Keluarga

Kabar Bahagia: 6 Artis Hollywood yang Sedang Hamil di 2026

Kabar kehamilan artis dunia selalu menjadi perbincangan hangat, apalagi jika sang bintang sudah lama dinanti momen bahagianya. Memasuki tahun 2026, beberapa nama besar di industri hiburan internasional mengumumkan kehamilan mereka. Mulai dari aktris film terkenal hingga model papan atas, mereka berbagi kebahagiaan dengan penggemar setia.1. Bonnie Wright: Siap Jadi Ibu Dua AnakBintang film Harry Potter, Bonnie Wright, mengumumkan kehamilan keduanya pada 5 April 2026. Ibu satu anak ini membagikan kabar gembira lewat Instagram, menuliskan bahwa bayi kecil kedua akan bergabung dengan keluarga mereka pada musim gugur. Bonnie menikah dengan Andrew Lococo pada 2022 dan telah dikaruniai putra pertama, Elio Ocean Wright Lococo, yang lahir pada 2023.2. Barbara Palvin: Hamil Anak PertamaModel dan aktris Barbara Palvin tengah mengandung anak pertamanya bersama suami, Dylan Sprouse. Kehamilan ini pertama kali terlihat saat ia menghadiri Festival Film Cannes ke-79 pada 14 Mei 2026, dengan baby bump yang menonjol. Belum lama ini, Barbara juga tampil di pertandingan Piala Dunia sambil mengenakan busana hitam yang stylish. Meski usia kehamilan dan jenis kelamin bayi masih dirahasiakan, banyak yang memprediksi ia akan melahirkan tahun ini.3. Elizabeth Olsen: Calon Ibu BaruAktris Avengers, Elizabeth Olsen, untuk pertama kalinya akan menjadi seorang ibu. Kehamilannya terkuak saat ia terlihat makan siang di Los Angeles awal Juni, dengan kemeja putih yang memperlihatkan baby bump. Olsen yang dikenal sangat privat belum memberikan pernyataan resmi, namun foto-foto yang beredar sudah cukup membuat penggemar bersorak.4. Anne Hathaway: Hamil Anak KetigaAnne Hathaway mengejutkan publik dengan kehamilan ketiganya. Aktris 43 tahun ini mengunggah video di Instagram yang memperlihatkan perutnya yang membesar. Meski sibuk promosi film The Devil Wears Prada 2 dan syuting The Odyssey, Anne tetap ceria menyambut anggota baru. Ia sudah memiliki dua putra, Jonathan (lahir 2016) dan Jack (lahir 2019), dari pernikahan dengan Adam Shulman.5. Natalie Portman: Bersyukur atas Kehamilan KetigaPada April 2026, Natalie Portman mengumumkan kehamilan ketiganya melalui wawancara dengan Harper's Bazaar. Ibu dua anak ini mengaku sangat bersyukur dan menyadari bahwa kehamilan adalah sebuah keajaiban. Natalie tetap aktif di dunia hiburan meski sedang mengandung.6. Aubrey Plaza: Pertama Kali Jadi IbuAktris The White Lotus, Aubrey Plaza, tengah mengandung anak pertamanya. Kabar ini mencuat pada awal April 2026, dan ia diprediksi akan melahirkan pada musim gugur. Dalam wawancara dengan ENews, Aubrey mengaku tak sabar menjalani peran baru sebagai orang tua dan merasa segalanya terlihat menarik.Itulah deretan artis Hollywood yang sedang hamil dan akan melahirkan di tahun 2026. Semoga kehamilan mereka berjalan lancar dan selalu diberkahi kebahagiaan!

Redaksi-27 Juni 2026
Seru dan Edukatif, Frisian Flag Ajak Ibu Surabaya Optimalkan Tumbuh Kembang Anak
Keluarga

Seru dan Edukatif, Frisian Flag Ajak Ibu Surabaya Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

Setiap orang tua pasti mendambakan anak yang cerdas, aktif, dan mampu meraih potensi terbaiknya. Namun, kecerdasan anak tidak datang begitu saja. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari asupan nutrisi sejak dini hingga stimulasi yang tepat. Pemberian makanan bergizi seimbang dan aktivitas yang merangsang otak menjadi kunci utama untuk mendukung tumbuh kembang si kecil.Frisian Flag Temani Langkah Anak di SurabayaBerangkat dari kepedulian terhadap tumbuh kembang anak, Frisian Flag Indonesia menggelar acara bertajuk 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti'. Setelah sukses di Jakarta, acara ini hadir di Atrium Mall Tunjungan Plaza 6, Surabaya, pada 19-21 Juni 2026. Acara ini dirancang untuk mengedukasi para orang tua tentang pentingnya nutrisi dan stimulasi dalam mendukung perkembangan optimal si kecil.Talkshow: Nutrisi dan Stimulasi, Kunci Kecerdasan AnakPada hari kedua, Sabtu (20/6/26), digelar talkshow bertema 'Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Asupan Tepat'. Acara ini menghadirkan dr. Nurita Alami Sp.A, CIMI, Sp.A, Ph.D., seorang dokter spesialis anak, serta Momfluencer Sherly Lembono bersama putranya, Jason.Dokter Nurita menjelaskan bahwa nutrisi adalah fondasi utama tumbuh kembang anak. “Nutrisi yang tepat dapat menjaga daya tahan tubuh, sehingga anak tidak mudah sakit. Jika jarang sakit, berat badan naik optimal dan perkembangan otak terstimulasi dengan baik,” ujarnya. Ia menambahkan, kebutuhan nutrisi anak terdiri dari makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (kalsium, vitamin D, magnesium, omega-3, omega-6, DHA). Khusus untuk perkembangan otak, zat besi, omega-3, omega-6, dan DHA sangat penting untuk membentuk struktur dan volume otak yang optimal. Jika anak susah makan (picky eater), orang tua bisa memilih susu yang diperkaya nutrisi tersebut.Selain nutrisi, stimulasi juga tidak kalah penting. Dokter Nurita menekankan bahwa quality time bersama anak, meski hanya 30 menit sehari, dapat menjadi stimulasi yang efektif. “Anak-anak senang bermain, jadi berikan stimulasi melalui aktivitas bermain yang menyenangkan,” sarannya.Sherly Lembono, seorang ibu dua anak, setuju bahwa kombinasi nutrisi dan stimulasi sangat penting. Ia rutin memberikan susu yang mengandung omega-3, omega-6, dan DHA untuk melengkapi asupan harian anak-anaknya. “Jason dan Claretta punya preferensi makan berbeda. Jason suka karbohidrat, Claretta suka buah dan protein. Saya imbangi dengan susu agar nutrisinya seimbang,” cerita Sherly. Untuk Jason yang aktif basket dan banyak les, Sherly selalu membawakan bekal susu.Jelajah Empat Station EdukatifAcara Frisian Flag tidak hanya talkshow, tetapi juga menghadirkan empat station interaktif yang seru dan edukatif. Setiap station dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sambil bermain bagi anak-anak. Mulai dari station yang mengajarkan tentang pentingnya nutrisi, hingga aktivitas fisik yang menyenangkan. Semua station ini menjadi cara asyik untuk menemani perjalanan tumbuh kembang si kecil.Dengan acara seperti ini, Frisian Flag ingin mengajak para orang tua untuk lebih peduli pada nutrisi dan stimulasi anak. Karena setiap langkah kecil hari ini akan membawa mereka menuju masa depan yang lebih cerah.

Redaksi-26 Juni 2026
Pola Asuh Cerdas yang Bikin Anak Tumbuh Sukses
Gaya Hidup

Pola Asuh Cerdas yang Bikin Anak Tumbuh Sukses

Menjadi orang tua bukanlah perjalanan yang mudah. Ada kalanya kita ingin terus melindungi anak, namun sadar bahwa mereka harus belajar mandiri. Orang tua dengan kecerdasan tinggi biasanya memiliki cara unik dalam mendidik anak. Mereka lebih fokus membangun kemandirian dan tanggung jawab, bukan sekadar prestasi akademis. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa kamu tiru.1. Kelola Emosi dengan BaikSaat lelah dan stres, wajar jika emosi memuncak. Namun, meluapkan amarah dengan berteriak justru tidak efektif. Penelitian dari American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa berteriak bisa sama menyakitkannya dengan hukuman fisik. Anak yang sering diteriaki rentan mengalami masalah perilaku. Orang tua cerdas memilih tetap tenang, menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.2. Bangun Komunikasi TerbukaKesibukan sering membuat orang tua lupa meluangkan waktu bicara dari hati ke hati. Padahal, komunikasi yang baik membentuk anak yang berani menyampaikan kebutuhan. Sebuah studi Pew Research Center mengungkap, 39% ibu bekerja penuh waktu merasa kurang waktu bersama anak. Orang tua cerdas menyisihkan waktu setiap hari untuk mengobrol, sehingga anak tumbuh dengan harga diri tinggi.3. Pilih Kata dengan BijakKata-kata yang terucap tanpa sadar bisa meninggalkan luka. Psikolog Jeffrey Bernstein menegaskan, komentar kritis mengikis rasa percaya diri anak. Alih-alih mengomel, gunakan kalimat yang membangun. Misalnya, “Kamu bisa kok, coba lagi” daripada “Kok sih begini terus?”. Ini membuat anak lebih termotivasi.4. Dorong Kreativitas Tanpa BatasBanyak orang tua khawatir kreativitas mengganggu fokus belajar. Padahal, bermain dan berkreasi justru mengasah imajinasi dan kemampuan berpikir. Biarkan anak menggambar, bernyanyi, atau bereksperimen. Kegiatan ini membantu mereka menemukan bakat dan minat.5. Beri Ruang untuk GagalRasa khawatir membuat orang tua terlalu protektif. Padahal, kegagalan adalah guru terbaik. Penelitian dari Universitas West Virginia menunjukkan, pola asuh overprotektif meningkatkan risiko depresi dan menurunkan prestasi akademik. Biarkan anak belajar dari kesalahan, agar mereka tumbuh tangguh.6. Pupuk Kemandirian Sejak DiniOrang tua cerdas mengajarkan anak melakukan hal sendiri, seperti merapikan mainan atau menyiapkan bekal. Kemandirian membuat anak percaya diri dan siap menghadapi tantangan. Mulailah dengan tugas sederhana, lalu tingkatkan seiring usia.7. Hargai Kebebasan BerekspresiSetiap anak unik. Daripada memaksakan kehendak, biarkan mereka memilih hobi atau cara belajar sendiri. Kebebasan ini mengembangkan rasa tanggung jawab dan kreativitas. Orang tua hanya perlu mengawasi dari jauh.8. Ajak Anak Bertanggung JawabBerikan tanggung jawab kecil, seperti menyiram tanaman atau menjaga adik. Hal ini melatih disiplin dan empati. Anak belajar bahwa setiap tindakan ada konsekuensinya.9. Ajarkan Belajar dari KesalahanKetika anak gagal, jangan langsung memarahi. Tanyakan, “Apa yang bisa kamu pelajari?”. Ini membangun pola pikir berkembang. Anak tidak takut mencoba hal baru karena mereka tahu kegagalan adalah bagian dari proses.10. Apresiasi Proses, Bukan HasilPujilah usaha anak, bukan hanya nilai bagus. Misalnya, “Kamu sudah belajar keras, bagus!”. Ini membuat anak menghargai kerja keras, bukan sekadar hasil akhir. Mereka pun lebih termotivasi untuk terus berkembang.Dengan menerapkan kebiasaan ini, kamu tidak hanya membantu anak cerdas secara intelektual, tapi juga emosional dan sosial. Ingat, setiap anak punya potensi luar biasa. Tugas kita sebagai orang tua adalah membimbing mereka menemukan cahaya itu.

Redaksi-26 Juni 2026
Drama Korea Parenting yang Bikin Hati Hangat dan Meleleh
Keluarga

Drama Korea Parenting yang Bikin Hati Hangat dan Meleleh

Menjadi orang tua adalah perjalanan penuh suka duka. Drama Korea punya cara unik untuk menyajikan kisah pengasuhan yang relate banget dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari orang tua tunggal, co-parenting, sampai jadi orang tua dadakan, semuanya dikemas dengan sentuhan komedi, romansa, dan haru. Berikut dua drama Korea parenting yang lagi hits dan bisa jadi tontonan seru. 1. Our Universe (2026): Kisah Dua Ipar yang Jadi Orang Tua Dadakan Bayangkan kamu harus merawat keponakan yang baru saja kehilangan orang tua, padahal kamu dan ipar sendiri sering berselisih paham. Itulah premis drama Our Universe yang tayang di tvN. Drama ini bercerita tentang Hyeon Jin dan Tae Hyeong, dua orang yang dipaksa tinggal serumah demi merawat U Ju, bayi 20 bulan yang menggemaskan. Perjalanan mereka dari saling salah paham menjadi tim pengasuh yang kompak penuh dengan momen lucu, haru, dan romansa yang tumbuh perlahan. Drama ini sukses besar di platform streaming internasional, bahkan sempat menduduki posisi pertama di 142 negara di Viki. Salah satu daya tarik utamanya adalah aksi menggemaskan baby Woo Joo yang diperankan oleh Park Yu Ho. Dibintangi Bae In Hyuk dan Roh Jeong Eui, drama ini pas banget buat kamu yang suka cerita ringan tapi bermakna. 2. Positively Yours (2026): Cinta Tak Terduga dari Kehamilan yang Tak Direncanakan Drama adaptasi webtoon ini mengisahkan Kang Du Jun, pewaris konglomerat yang trauma dengan pernikahan, dan Jang Hui Won, wanita karier yang fokus pada pekerjaan. Keduanya sama-sama anti-komitmen, tapi sebuah hubungan satu malam mengubah segalanya—Hui Won hamil. Kehamilan tak terduga ini memaksa mereka memikirkan ulang soal komitmen dan masa depan bersama. Dibintangi Choi Jin Hyuk dan Oh Yeon Seo, drama ini menyuguhkan perpaduan romansa, komedi, dan drama keluarga yang bikin penasaran. Meski premisnya klise, eksekusinya tetap segar dengan setting perusahaan besar yang berbeda dari webtoon aslinya. Cocok buat kamu yang mencari tontonan menghibur dengan sentuhan parenting. Nah, itu dia dua rekomendasi drama Korea parenting yang bisa kamu tonton. Mana yang paling menarik perhatianmu? Jangan lupa siapkan tisu, karena dijamin ada adegan yang bikin haru!

Redaksi-26 Juni 2026
9 Cara Seru Stimulasi Otak Anak Pakai Barang Seadanya di Rumah
Keluarga

9 Cara Seru Stimulasi Otak Anak Pakai Barang Seadanya di Rumah

Kenapa Stimulasi Kognitif Itu Penting?Perkembangan kognitif adalah kemampuan anak untuk berpikir, belajar, memecahkan masalah, dan memahami dunia sekitarnya. Semua ini dimulai sejak bayi dan terus berkembang seiring usia. Sebagai orang tua, kita punya peran besar dalam mendukung perkembangan otak anak melalui stimulasi yang tepat. Dan kabar baiknya, stimulasi itu bisa dilakukan lewat aktivitas bermain yang menyenangkan, tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.Berikut 9 aktivitas stimulasi kognitif yang bisa Bunda lakukan dengan barang-barang yang sudah ada di rumah.1. Dengarkan Musik dan BergoyangMusik bukan cuma bikin hati senang, tapi juga ampuh mengasah otak. Saat anak mendengar musik, ia belajar mengenali irama, kata-kata, dan gerakan. Ajak ia menari atau bertepuk tangan mengikuti lagu. Ini membantu koordinasi motorik dan daya ingat, lho.2. Kenalkan Bentuk dan WarnaManfaatkan mainan atau benda di rumah yang punya bentuk dan warna berbeda. Misalnya, minta anak menunjukkan bola merah, balok biru, atau lingkaran hijau. Ulangi secara rutin agar memorinya terlatih. Untuk anak yang lebih besar, teka-teki atau permainan papan bisa jadi pilihan seru.3. Bermain Cermin EkspresiAjak anak berdiri di depan cermin dan tirukan berbagai ekspresi wajah: senang, sedih, marah, atau terkejut. Selain melatih pengenalan emosi, aktivitas ini juga membantu anak membangun citra diri yang positif.4. Kreasi Seni SederhanaSiapkan kertas bekas, krayon, atau cat air. Biarkan anak menggambar, mewarnai, atau membuat kolase. Kegiatan ini merangsang imajinasi dan kreativitas, sekaligus melatih motorik halusnya.5. Masukkan dan Keluarkan Benda dari WadahAnak balita biasanya suka memasukkan mainan ke dalam wadah lalu mengeluarkannya lagi. Sediakan beberapa wadah kosong seperti mangkuk, kotak, atau keranjang, dan benda-benda aman seperti bola kecil atau kaus kaki gulung. Aktivitas ini mengajarkan konsep ruang dan sebab-akibat.6. Asah Otak dengan PuzzlePuzzle melatih kemampuan pemecahan masalah dan konsentrasi. Mulai dari puzzle 2-4 potong untuk balita, lalu tingkatkan jumlah potongannya seiring usia. Anak belajar menghubungkan gambar dan melatih kesabaran.7. Main Kartu SeruPermainan kartu sederhana seperti 'kartu gambar' atau 'kartu angka' bisa melatih memori dan pengendalian diri. Ajak anak mencocokkan gambar yang sama atau mengurutkan angka. Penelitian menunjukkan permainan kartu juga membantu anak yang punya tantangan sosial.8. Petak Umpet di RumahPetak umpet bukan cuma seru, tapi juga melatih kemampuan anak melacak lokasi secara mental. Bunda bisa bersembunyi di tempat yang mudah ditemukan, lalu panggil namanya dengan suara gembira. Ini mengasah pendengaran dan pemikiran spasial.9. Perkaya Kosakata dengan Buku atau Kartu BergambarMembaca buku cerita atau menggunakan flash card membantu anak mengenal kata-kata baru. Saat membacakan buku, ajak anak berdiskusi tentang gambar dan cerita. Aktivitas ini merangsang area otak yang terkait dengan penglihatan dan pendengaran, memperkuat kemampuan bahasa.Itulah 9 aktivitas sederhana yang bisa Bunda lakukan kapan saja di rumah. Yang terpenting adalah konsistensi dan kebersamaan. Selamat mencoba, ya!

Redaksi-25 Juni 2026
Viral! Ibu Menyusui Bayi 16 Bulan di Festival Musik Tuai Pro dan Kontra
Gaya Hidup

Viral! Ibu Menyusui Bayi 16 Bulan di Festival Musik Tuai Pro dan Kontra

Seorang ibu di Inggris, Tayah Ettienne (33), mendadak viral setelah membagikan momen dirinya menyusui putrinya yang berusia 16 bulan di sebuah festival musik. Video yang diunggah ke TikTok itu telah ditonton lebih dari 700 ribu kali dan memicu perdebatan sengit di kolom komentar.Dalam video tersebut, Tayah tampak menari sambil menggendong Aaliyana, putrinya, yang tiba-tiba menyusu. “Kami menari sambil ia menyusu, dan ia tertawa serta tersenyum padaku,” cerita Tayah. Ia mengaku sangat senang bisa keluar rumah setelah hampir setahun lebih jarang beraktivitas di luar sejak melahirkan.Festival itu sendiri merupakan acara pribadi dan ramah keluarga, sehingga menurut Tayah tidak ada yang keberatan dengan aksinya. “Semua orang di sana benar-benar normal dan tidak mempermasalahkan seorang ibu yang menyusui,” ujarnya.Namun, setelah video menyebar luas, komentar negatif pun bermunculan. Banyak netizen yang menilai bahwa menyusui di festival musik dianggap tidak pantas. “Tidak pantas ya,” tulis seorang pengguna. “Hentikan waktu, itu salah,” komentar lainnya. Tayah mengaku terkejut dengan kritik tersebut. “Orang-orang mengatakan mereka merasa tidak nyaman menontonnya, itu sangat menyedihkan,” ucapnya.Di tengah kecaman, Tayah juga mendapat banyak dukungan. “Semangat, Bu,” tulis seorang warganet. “Jangan dengarkan komentar-komentar ini, Nak, kamu melakukan hal yang luar biasa,” tambah yang lain. Tayah menegaskan bahwa menyusui bukanlah hal yang memalukan dan menjadi ibu bukan berarti harus kehilangan jati diri atau berhenti bersenang-senang.Menyusui di Ruang Publik: Hak vs StigmaSecara medis, menyusui adalah kebutuhan dasar bayi yang tidak mengenal waktu dan tempat. WHO bahkan merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih. Artinya, ibu menyusui berhak memenuhi kebutuhan anaknya kapan pun, termasuk di luar rumah.Meski begitu, stigma sosial masih sering membuat ibu merasa tidak nyaman. Di Indonesia sendiri, menyusui di tempat umum sebenarnya tidak dilarang dan sudah didukung dengan adanya ruang laktasi di berbagai fasilitas publik. Namun, pandangan masyarakat tentang 'kepantasan' menyusui di ruang publik masih beragam.Kasus viral ini mengingatkan kita bahwa dukungan lingkungan sangat penting agar ibu bisa menyusui tanpa rasa takut. Pada akhirnya, yang terpenting adalah kenyamanan ibu dan bayi. Jadi, bagaimana menurut Bunda? Apakah menyusui di festival musik itu wajar atau sebaiknya dihindari?

Redaksi-25 Juni 2026
Si Kecil Sudah Mulai Berlari? Ini Tanda dan Cara Stimulasinya
Keluarga

Si Kecil Sudah Mulai Berlari? Ini Tanda dan Cara Stimulasinya

Setiap tahap tumbuh kembang anak selalu membawa kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Salah satu momen yang paling seru adalah saat si kecil mulai belajar berlari. Kemampuan ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga bagian penting dari perkembangan motorik kasar yang melibatkan otot-otot besar di tubuhnya.Kapan Anak Mulai Bisa Berlari?Menurut panduan dari Kementerian Kesehatan RI, anak mulai bisa berlari di usia 18 hingga 24 bulan. Pada tahap awal, mereka mungkin masih kaku dan hanya bisa berlari lurus ke depan. Memasuki usia 2 tahun, koordinasi mereka semakin baik dan mulai bisa menghindari rintangan. Di usia 2,5 tahun, umumnya anak sudah cukup mahir berlari, jadi Bunda perlu ekstra waspada.Manfaat Lari untuk Tumbuh Kembang AnakBerlari memberikan banyak manfaat bagi si kecil, antara lain:Meningkatkan daya tahan tubuh: Aktivitas lari membantu memenuhi kebutuhan gerak harian anak, sesuai rekomendasi WHO dan American Heart Association.Memperkuat tulang dan otot: Tekanan saat berlari merangsang pertumbuhan tulang dan memperkuat otot-otot kaki.Melatih perencanaan motorik: Anak belajar menavigasi lingkungan dengan aman, menghindari rintangan, dan beradaptasi dengan medan berbeda.Mengontrol gerakan: Anak belajar mengatur kecepatan dan intensitas lari, misalnya saat berlari pelan untuk memeluk adik atau berlari kencang saat bermain.Mendukung perkembangan sosial: Berlari jadi bagian dari permainan seperti kejar-kejaran atau lomba, yang mengajarkan interaksi, giliran, dan kerja sama.Tanda Anak Siap BerlariSebelum bisa berlari, pastikan si kecil sudah menguasai beberapa keterampilan dasar ini:Naik turun tangga dengan satu tangan dipegang orang dewasa.Melompat dengan dua kaki.Berjalan mundur.Berjalan ke arah bola untuk menendang.Berjalan di permukaan tidak rata seperti rumput atau kerikil.Cara Stimulasi agar Anak Semangat BerlariBunda bisa mendorong si kecil untuk berlari dengan cara-cara berikut:Sediakan lingkungan yang aman dan lapang, bebas dari mainan atau benda berbahaya.Pastikan sepatu yang dipakai nyaman dan pas di kaki.Ajak anak ke tempat yang menarik, seperti taman dengan perosotan atau playgorund.Mainkan permainan seru seperti kejar-kejaran, petak umpet, atau lomba lari kecil.Berikan contoh dengan berlari bersama mereka, jadilah teman bermain yang aktif.Ingat, setiap anak memiliki ritme perkembangan masing-masing. Jangan memaksakan jika si kecil belum siap. Nikmati setiap prosesnya dan beri dukungan penuh kasih sayang. Selamat menyaksikan si kecil melangkah dan berlari dengan percaya diri!

Redaksi-25 Juni 2026
Cek Fakta! Ini Dia Perkembangan Janin 4 Minggu yang Perlu Bunda Tahu
Keluarga

Cek Fakta! Ini Dia Perkembangan Janin 4 Minggu yang Perlu Bunda Tahu

Selamat, Bunda! Kehamilan pertama memang penuh kejutan. Di usia 4 minggu, janin masih sangat mungil, hanya sebesar biji wijen atau sekitar 2 milimeter. Pada tahap ini, si kecil masih berupa embrio yang terbentuk dari sel bernama blastokista. Seru, kan?Proses Implantasi dan Pembelahan SelBlastokista yang sudah menyelesaikan perjalanan dari tuba falopi kini menempel di dinding rahim. Proses ini disebut implantasi, dan sekitar 25% Bunda mungkin mengalami bercak darah ringan berwarna merah muda atau cokelat. Jangan panik, ini normal dan tidak berbahaya.Setelah menempel, blastokista membelah menjadi dua bagian: satu menjadi embrio (calon janin) dan satu lagi menjadi plasenta yang akan memberi nutrisi dan oksigen. Kantung ketuban dan kantung kuning telur juga mulai terbentuk untuk melindungi dan memberi makan si kecil hingga plasenta siap.Yang menarik, embrio sudah punya tiga lapisan sel yang akan tumbuh jadi organ penting: lapisan dalam (endoderm) untuk pencernaan, hati, paru-paru; lapisan tengah (mesoderm) untuk jantung, tulang, otot; dan lapisan luar (ektoderm) untuk sistem saraf, rambut, kulit.Gejala yang Mungkin Bunda RasakanSetiap Bunda ungu, begitu juga gejalanya. Berikut yang sering muncul:Payudara sensitif: Nyeri, sedikit membesar, puting lebih gelap, atau muncul urat kebiruan.Kelelahan: Hormon progesteron naik drastis, bikin Bunda cepat lelah, terutama di trimester pertama.Mual dan muntah: Bisa muncul kapan saja, tidak hanya pagi. Atasi dengan minum cukup, makan protein, hindari makanan berminyak dan pedas.Kram perut ringan: Akibat implantasi, biasanya disertai bercak. Waspada jika kram berat atau perdarahan banyak.Perubahan mood: Hormon dan stres bikin emosi naik turun. Jika berlangsung lebih dari 2 minggu, konsultasi ke dokter.Perut kembung dan gas: Progesteron memperlambat pencernaan, bikin Bunda sering sendawa atau kentut.Tidak ada gejala: Tenang, sekitar separuh Bunda baru merasakan gejala di minggu 5-6.Tips Menjaga Kehamilan 4 MingguMulailah dengan rutin mengonsumsi asam folat, istirahat cukup, dan hindari stres. Jangan lupa periksakan ke dokter untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Bunda hebat, jalani dengan bahagia!

Redaksi-25 Juni 2026
AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya
Kesehatan Keluarga

AceKid Hadir di Indonesia: Susu Formula dari Susu Segar yang Bisa Dilacak Asalnya

Di tengah derasnya pilihan produk nutrisi anak, banyak ibu Indonesia yang mulai sadar pentingnya memahami apa yang terkandung dalam susu formula. Bukan hanya soal merek, tetapi juga bahan baku, proses produksi, dan transparansi informasi. Masalah kesehatan seperti stunting, karies gigi, dan obesitas pada anak masih menjadi kekhawatiran, sehingga memilih nutrisi yang tepat menjadi semakin krusial.AceKid: Jawaban untuk Nutrisi yang Lebih TransparanFEIHE International bersama MAKUKU resmi meluncurkan AceKid di Indonesia. Produk ini mengusung konsep baru: menggunakan natural whole milk atau susu segar sebagai bahan dasar utama, yang sumbernya dapat dilacak hingga ke peternakan. Dengan sistem pemrosesan one-step fresh, kualitas susu tetap terjaga hingga sampai ke tangan si kecil.Yang membedakan AceKid dari produk lain adalah komitmennya pada kesederhanaan. Susu formula ini bebas dari tambahan sukrosa, maltodekstrin, sirup jagung, dan perisa sintetik. Jadi, ibu tak perlu khawatir dengan gula tersembunyi yang bisa memicu masalah gigi atau berat badan.Dukungan Riset dan AhliAceKid tidak hanya mengandalkan klaim, tetapi juga didukung oleh riset ekstensif. FEIHE Research Institute telah menjalankan lebih dari 40 program riset nasional, memiliki 847 paten, dan bekerja sama dengan institusi seperti Harvard Medical School dan Peking University. Hasilnya, produk ini dikembangkan berdasarkan data dan uji klinis.Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A (K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak UI, menekankan pentingnya membaca label. “Sering kali orang tua fokus pada tambahan seperti AHA dan DHA, padahal komposisi utama adalah kunci. Perhatikan sumber bahan, proses produksi, dan ada tidaknya gula tambahan,” ujarnya.Penghargaan dan Brand AmbassadorPada peluncurannya, AceKid meraih Top Innovation Choice Award 2026 untuk kategori inovasi susu formula dari susu segar dengan sumber terlacak. Penghargaan ini menilai kebaruan ide, keunikan, dan manfaat nyata bagi pasar.AceKid juga menggandeng Denny Sumargo dan Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador. Keduanya dipilih karena merupakan figur ayah yang peduli pada nutrisi anak, sehingga pesan tentang pentingnya peran orang tua dalam memilih nutrisi bisa tersampaikan dengan lebih dekat.Dengan hadirnya AceKid, para ibu kini punya pilihan susu formula yang lebih transparan dan berkualitas. Tentu, ASI tetap menjadi yang terbaik, namun jika diperlukan, AceKid siap mendukung tumbuh kembang si kecil secara optimal.

Redaksi-25 Juni 2026
Kulit Bayi Mengelupas? Kenali 4 Kondisi Medis Ini dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Keluarga

Kulit Bayi Mengelupas? Kenali 4 Kondisi Medis Ini dan Cara Mengatasinya

Kulit bayi yang lembut dan halus memang menjadi dambaan setiap orang tua. Namun, tak jarang kita mendapati kulit si kecil terlihat kering, bersisik, bahkan mengelupas. Jangan panik dulu, Bunda. Kondisi ini sebenarnya wajar terjadi pada banyak bayi, terutama saat mereka baru lahir dan beradaptasi dengan lingkungan luar. Namun, ada kalanya kulit mengelupas menandakan adanya kondisi medis yang perlu penanganan khusus.Penyebab Umum Kulit Kering pada BayiSebelum membahas kondisi medis, penting untuk tahu bahwa kulit kering pada bayi seringkali dipicu oleh faktor lingkungan. Udara dingin atau kering, mandi air hangat terlalu lama, atau penggunaan sabun yang keras bisa menghilangkan minyak alami kulit. Selain itu, faktor genetik juga berperan—beberapa bayi memang terlahir dengan kulit yang lebih kering karena lapisan pelindungnya belum sempurna.4 Kondisi Medis yang Perlu DiwaspadaiBerikut adalah beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan kulit bayi mengelupas lebih parah:Eksim (Dermatitis Atopik): Peradangan kulit yang membuat kulit merah, gatal, dan bersisik. Sering muncul di lipatan siku, belakang lutut, dan wajah.Cradle Cap (Dermatitis Seboroik): Bercak kekuningan, berminyak, dan bersisik di kulit kepala. Meski tampak mengganggu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.Dermatitis Kontak: Reaksi iritasi akibat kulit bersentuhan dengan bahan pemicu, seperti pewangi, pewarna, atau deterjen tertentu.Iktiosis: Kelainan genetik yang menyebabkan kulit sangat kering, bersisik, dan kasar. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus dari dokter.Perbedaan Kulit Kering Biasa dan EksimBanyak orang tua bingung membedakan kulit kering biasa dengan eksim. Kulit kering umumnya terasa kasar dan bersisik, tanpa peradangan. Sementara eksim disertai kemerahan, bintil berisi cairan, dan rasa gatal yang hebat. Eksim juga sering muncul di area yang tidak biasa, seperti di belakang telinga atau lipatan siku.Cara Mengatasi Kulit Bayi MengelupasBerikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan di rumah:Atur suhu mandi: Gunakan air hangat suam-suam kuku, dan batasi waktu mandi maksimal 10 menit. Gunakan pembersih tanpa pewangi.Keringkan dengan lembut: Tepuk-tepuk kulit bayi dengan handuk lembut, jangan digosok.Oleskan pelembap: Pilih krim atau salep hipoalergenik yang kental. Oleskan segera setelah mandi, dan ulangi 1-2 kali sehari.Jaga hidrasi: Pastikan bayi mendapat cukup ASI atau susu formula. Untuk bayi di atas 6 bulan, berikan air putih secukupnya.Jika kulit mengelupas disertai kemerahan, bintil, atau bayi tampak rewel, segera konsultasikan ke dokter kulit anak. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan membuat si kecil nyaman kembali.

Redaksi-25 Juni 2026
4 Langkah Sederhana untuk Ibu Multiperan agar Tetap Waras dan Produktif
Kesehatan Keluarga

4 Langkah Sederhana untuk Ibu Multiperan agar Tetap Waras dan Produktif

Menjadi wanita multiperan memang berat. Apalagi di Indonesia, banyak dari kita yang harus mengurus anak, bekerja, bahkan melanjutkan pendidikan. Tapi, bukan berarti kamu harus mengorbankan kebahagiaan. Kuncinya ada pada manajemen diri dan pola pikir yang tepat.1. Temukan Kejelasan Tujuan HidupLangkah pertama adalah menentukan apa yang benar-benar kamu inginkan dalam hidup. Bukan sekadar keinginan sesaat, tapi tujuan yang menjadi pegangan saat badai datang. Mulailah dengan empat hal ini:Core purpose: Alasan utama mengapa kamu melakukan sesuatu. Ini seperti kompas yang akan menuntunmu saat bingung.Core values: Nilai-nilai yang kamu pegang teguh, misalnya kejujuran, kerja keras, atau kasih sayang. Nilai ini akan menjaga integritasmu.Visionary goal: Mimpi besar dalam 10 tahun ke depan. Apa yang ingin kamu capai? Jangan takut bermimpi besar.Action plan: Langkah konkret untuk mewujudkan mimpi itu. Bisa dengan kuliah, ikut organisasi, atau membangun relasi.Ingat, tujuan hidup tidak ditemukan dalam sehari. Ia akan terus berkembang seiring perjalananmu.2. Sadari Kesenjangan, Tapi Jangan TerjebakSetelah punya tujuan, pasti ada jarak antara kondisi saat ini dan impianmu. Wajar kalau kamu merasa tidak percaya diri. Namun, jangan biarkan perasaan itu menguras energimu. Fokuslah pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan, bukan pada opini orang lain atau tekanan keluarga.3. Mulai dari Hal Kecil yang KonsistenPerubahan besar tidak harus instan. Mulailah dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Misalnya, membaca 10 halaman buku, meditasi 5 menit, atau sekadar menulis jurnal. Otak kita akan membentuk kebiasaan jika dilakukan berulang. Jadi, jangan remehkan langkah kecil.4. Bangun Support System yang KuatKamu tidak perlu berjuang sendirian. Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang mendukung, seperti keluarga, sahabat, atau komunitas. Mereka akan menjadi tempatmu berbagi dan menguatkan saat lelah. Ingat, ketika kamu bisa memimpin dirimu sendiri, kamu juga akan mampu memimpin orang lain dengan visi dan nilai-nilai yang kamu miliki.Menjadi wanita multiperan memang penuh tantangan, tapi bukan berarti mustahil. Dengan empat langkah ini, kamu bisa tetap waras, bahagia, dan produktif. Mulai dari sekarang, ya!

Redaksi-25 Juni 2026
5 Pelajaran Parenting dari Drama Korea Teach You a Lesson yang Menggugah
Kesehatan Keluarga

5 Pelajaran Parenting dari Drama Korea Teach You a Lesson yang Menggugah

Sekilas Tentang Drama Teach You a LessonDrama Korea Teach You a Lesson mengisahkan perjuangan tim Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) yang dibentuk untuk menangani krisis pendidikan di Korea Selatan. Dipimpin oleh Na Hwajin yang tegas dan cerdas, mereka turun langsung ke sekolah-sekolah bermasalah. Drama ini tayang di Netflix dengan 10 episode yang penuh dilema moral.Quotes Parenting yang MengenaBeberapa dialog dalam drama ini begitu kuat dan bisa dijadikan bahan renungan bagi para orang tua. Berikut di antaranya:“Ketika orang dewasa takut pada anak-anak, maka dunia akan hancur.” – Choi Ga Yun“Jika guru takut muridnya, mana bisa dia mengajar dengan benar?” – Na Hwa Jin“Aku bisa menyebut ratusan hal yang disukai ibu, tapi aku bahkan tidak tahu apa hal yang aku sukai.” – Hyeon Min“Jika tidak bisa menjadi orang dewasa yang baik, jangan jadi orang dewasa yang jahat.” – Choi Gang Seok“Kalau kamu salah, kamu bisa memperbaikinya. Namun, jika kamu menyerah, itu namanya baru kegagalan.” – Na Hwa Jin“Uang diperoleh dengan kerja keras. Tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya.” – Na Hwa Jin“Kesempatan itu bukan diberikan, tetapi akan datang jika kau menginginkannya.” – Na Hwa Jin“Mintalah pertolongan. Pertolongan akan datang jika kau meminta tolong.” – Na Hwa Jin“Jangan anggap satu menitmu sama dengan satu menit orang lain.” – Na Hwa Jin“Jika kau tak bicara, tak ada yang tahu ketidakadilan ini.” – Na Hwa JinPelajaran Parenting dari Drama IniDari sepuluh kutipan di atas, ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita petik sebagai orang tua:1. Orang Dewasa Harus Berani Tegas namun HangatAnak butuh figur yang tidak takut menegur saat mereka salah, tapi tetap dengan kasih sayang. Ketegasan yang konsisten membuat anak merasa aman.2. Jangan Terlalu Mengontrol AnakKontrol berlebihan justru membuat anak kehilangan jati diri. Beri mereka ruang untuk memilih, dengan batasan yang jelas dan rasional.3. Pendidikan Bukan Hanya NilaiNilai rapor penting, tapi karakter jauh lebih utama. Lingkungan yang aman, adil, dan membimbing akan membantu anak tumbuh optimal.4. Ajarkan Tanggung Jawab dan KonsekuensiAnak perlu belajar bahwa setiap tindakan ada akibatnya. Menerima konsekuensi adalah bagian dari proses menjadi pribadi yang bermartabat.5. Biarkan Anak Menemukan Mimpinya SendiriJangan paksakan mimpi yang belum tercapai pada anak. Dukung mereka untuk mengejar apa yang benar-benar mereka inginkan.6. Dorong Anak untuk Berani Meminta BantuanKetika menghadapi ketidakadilan atau kesulitan, ajari anak untuk tidak diam dan berani mencari pertolongan.7. Tanamkan Nilai-nilai Baik Sejak DiniKebiasaan kecil sehari-hari, cara memandang uang dan kerja keras, serta sikap terhadap kesempatan, semua itu adalah media untuk menanamkan karakter positif.Drama ini mengingatkan kita bahwa peran orang tua dan guru sangat krusial dalam membentuk generasi yang tangguh dan berintegritas. Selamat menonton dan merenung!

Redaksi-25 Juni 2026
Pelajaran Parenting dari Drakor Teach You a Lesson, Wajib Tonton!
Kesehatan Keluarga

Pelajaran Parenting dari Drakor Teach You a Lesson, Wajib Tonton!

Hai, Moms! Siapa di sini yang suka nonton drama Korea? Kali ini, ada satu drakor yang lagi hits dan penuh pelajaran parenting, yaitu Teach You a Lesson. Drama ini mengisahkan tentang tim Biro Perlindungan Hak Pendidikan (BPHP) Korea Selatan yang punya tugas menangani kasus disiplin dan memperbaiki sistem pendidikan yang dianggap gagal. Tokoh utamanya, Na Hwajin, adalah pengawas BPHP yang tegas, cerdas, dan punya cara unik dalam menangani siswa bermasalah. Dibintangi oleh Kim Mu-yeol, Lee Sung-min, Jin Ki-joo, dan Pyo Ji-hoon, serial ini terdiri dari 10 episode dan bisa ditonton di Netflix.Quotes Parenting Inspiratif dari Teach You a LessonDrama ini penuh dengan kritik terhadap sistem pendidikan, tapi juga menyelipkan banyak quotes parenting yang menyentuh hati. Berikut beberapa di antaranya:“Ketika orang dewasa takut pada anak-anak, maka dunia akan hancur.” – Choi Ga Yun“Jika dokter takut pasiennya, mereka tak akan bisa disembuhkan. Jika pengacara takut kliennya, mereka tak akan bisa dibela. Namun, jika guru takut muridnya, mana bisa dia mengajar dengan benar?” – Na Hwa Jin“Aku bisa menyebut ratusan hal yang disukai ibu, tapi aku bahkan tidak tahu apa hal yang aku sukai.” – Hyeon Min“Jika tidak bisa menjadi orang dewasa yang baik, jangan jadi orang dewasa yang jahat.” – Choi Gang Seok“Kalau kamu salah, kamu bisa memperbaikinya. Namun, jika kamu menyerah, itu namanya baru kegagalan.” – Na Hwa Jin“Uang diperoleh dengan kerja keras. Tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya.” – Na Hwa Jin“Kesempatan itu bukan diberikan, tetapi itu akan datang jika kau menginginkannya.” – Na Hwa Jin“Mintalah pertolongan. Pertolongan akan datang jika kau meminta tolong.” – Na Hwa Jin“Jangan anggap satu menitmu sama dengan satu menit orang lain. Satu menit saat ini nantinya bisa membuat perbedaan puluhan tahun.” – Na Hwa Jin“Jika kau tak bicara, tak ada yang tahu ketidakadilan ini.” – Na Hwa JinPelajaran Parenting yang Bisa DiambilDari quotes di atas, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita terapkan dalam pola asuh sehari-hari:1. Menjadi Figur Orang Dewasa yang Tegas dan HangatAnak-anak butuh figur dewasa yang tidak takut menegur saat mereka salah, tapi tetap penuh kehangatan. Jangan sampai kita terlalu memanjakan atau justru terlalu otoriter.2. Jangan Terlalu Mengontrol AnakTerlalu mengekang anak bisa membuat mereka kehilangan jati diri. Lebih baik, beri mereka pilihan dan tetapkan batas yang jelas tapi rasional. Biarkan mereka tumbuh dengan kebebasan yang bertanggung jawab.3. Pendidikan Bukan Cuma Soal NilaiNilai rapor dan ranking bukan segalanya. Pendidikan sejati adalah tentang menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan membimbing karakter anak. Jangan lupa ajarkan mereka tentang tanggung jawab dan konsekuensi dari setiap tindakan.4. Jangan Paksakan Mimpi Orang TuaBiarkan anak menemukan mimpi dan keinginannya sendiri. Dukung mereka untuk meraih apa yang mereka cintai, bukan apa yang kita inginkan.5. Ajarkan Keberanian dan KetekunanSaat anak mengalami ketidakadilan atau kesulitan, dorong mereka untuk berani meminta bantuan dan tidak mudah menyerah. Ini akan membentuk mental yang kuat.6. Tanamkan Karakter Baik Sejak DiniKebiasaan kecil seperti cara memandang uang, kerja keras, dan kesempatan adalah media penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter pada anak. Jadilah contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.Nah, Moms, itu dia pelajaran parenting dari drakor Teach You a Lesson. Seru banget kan? Yuk, sambil nonton kita bisa sambil belajar jadi orang tua yang lebih baik!

Redaksi-25 Juni 2026
NaraCerita